
Nafa Urbach. (Foto: Jurnas/Instagram).
Jakarta, Jurnas.com - Nama Nafa Urbach kembali menjadi perbincangan dan sorotan publik. Setelah resmi menjadi anggota DPR RI dari Partai NasDem pada Pemilu 2024, karier politiknya terhenti mendadak. Ia kini resmi dinonaktifkan dari Fraksi NasDem di DPR bersama koleganya, Ahmad Sahroni.
Keputusan tersebut diumumkan pada Minggu (31/8/2025), dan berlaku efektif mulai Senin, 1 September 2025. Dalam pernyataan resmi, DPP NasDem menyebut pencopotan ini dilakukan setelah mencermati dinamika di tengah masyarakat yang dipicu oleh pernyataan kontroversial kedua kadernya.
Nafa sebelumnya sempat menjadi sasaran kritik setelah dinilai mendukung terhadap kenaikan tunjangan rumah DPR sebesar Rp50 juta per bulan dalam siaran langsung di Instagram. Ia berdalih bahwa tunjangan diperlukan karena tidak adanya rumah dinas dan menyebut kemacetan sebagai alasan perlunya tinggal dekat Kompleks Parlemen.
Pernyataan itu sontak menyulut kemarahan publik yang menilai Nafa tidak peka terhadap kondisi sosial. Banyak yang menilai, sebagai wakil rakyat, ia seharusnya mencari solusi atas persoalan kemacetan, bukan menjadikannya alasan untuk mendapatkan fasilitas tambahan.
Di sisi lain ia sempat menyatakan komitmen untuk menyumbangkan seluruh gaji dan tunjangannya sebagai anggota DPR kepada masyarakat, khususnya para guru di dapilnya. Janji itu sempat mendapat pujian dari sebagian publik. Namun tak sedikit pula yang menilainya sebagai upaya pencitraan, tudingan yang kemudian dibantah oleh Nafa secara terbuka.
Dikutip dari berbagai sumber, Nafa Urbach bukan sosok baru di mata publik. Ia telah lama dikenal sebagai penyanyi, aktris, sekaligus produser film sebelum terjun ke politik.
Lahir di Magelang pada 15 Juni 1980, Nafa adalah anak ketiga dari empat bersaudara dan memiliki darah campuran Jerman, Belanda, serta Jawa. Ia sempat menjadi mualaf saat berpacaran dengan aktor Primus Yustisio, sebelum kembali ke agama Kristen pada 2003.
Kariernya di dunia hiburan dimulai sejak usia remaja, dan namanya melejit tak lama setelah kepergian Nike Ardilla. Bahkan komposer Deddy Dores sempat menyebut Nafa sebagai sosok yang mampu meneruskan jejak Nike di industri musik Indonesia.
Selain dikenal lewat lagu-lagu patah hati, Nafa juga aktif membintangi sinetron-sinetron populer era 90-an. Di antaranya Si Manis Jembatan Ancol dan Bidadari yang Terluka yang melejitkan namanya.
Setelah sukses sebagai artis, Nafa mencoba peruntungan di dunia politik. Pada 2019 ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari Partai NasDem, namun gagal terpilih.
Baru pada Pemilu 2024 ia berhasil lolos ke Senayan setelah mengantongi lebih dari 67 ribu suara dari Dapil Jawa Tengah VI. Ia kemudian dilantik sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029.
Namun perjalanannya sebagai wakil rakyat tak berjalan mulus. Setelah adanya kontroversi soal tunjangan, kediaman Nafa disatroni massa. Ia juga kini dicoppt dari anggota DPR RI.
Sementara itu, di tengah sorotan, publik juga penasaran dengan harta kekayaan yang ia laporkan. Berdasarkan LHKPN, total kekayaan Nafa Urbach mencapai lebih dari Rp20 miliar.
Sebagian besar hartanya berupa aset bergerak, termasuk surat berharga dan kas senilai miliaran rupiah. Ia juga memiliki dua properti di Magelang dan dua mobil, salah satunya Mercedes-Benz E200.
Nafa tidak tercatat memiliki utang, dan hartanya bersumber dari hasil sendiri. Ini termasuk pendapatan dari dunia hiburan serta bisnis yang ia kelola di luar politik. (*)
KEYWORD :Profil Hata Kekayaan Nafa Urbach Dinonaktifkan dari DPR NasDem