
Ilustrasi - Al-Qur`an (Foto: Pexels/uhumrea D)
Jakarta, Jurnas.com - Ramainya aksi demonstrasi yang dalam beberapa hari terakhir berlangsung ricuh membuat masyarakat resah. Isu mengenai kemungkinan negara mengambil langkah ekstrem berupa darurat militer pun mencuat di ruang publik.
Meski hingga kini belum ada tanda resmi ke arah itu, bayangan darurat militer telah menimbulkan kegelisahan: bagaimana seharusnya umat Islam menyikapinya?
Dalam Islam, kondisi darurat dipandang sebagai ujian dari Allah SWT yang menuntut umat untuk tetap sabar, tenang, dan tidak panik. Allah menegaskan dalam Al-Qur`an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat; sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Ayat ini mengingatkan bahwa dalam keadaan penuh tekanan, umat Islam harus menjadikan sabar dan shalat sebagai pegangan utama.
Rasulullah SAW juga bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.” (HR. Ahmad)
Hadis ini menekankan pentingnya solidaritas sosial. Dalam situasi darurat militer, ketika aktivitas mungkin dibatasi, umat Islam justru dituntut untuk saling menopang: menjaga keluarga, menolong tetangga, dan meringankan beban sesama.
Jika darurat militer benar-benar terjadi, ada beberapa sikap yang sejalan dengan ajaran Islam:
1. الصبر (Ash-Shabr) – Bersabar, tidak panik, dan tetap tawakal.
2. الدعاء والذكر (Ad-Du‘ā’ wa Adz-Dzikr) – Memperbanyak doa agar hati tenang dan terlindungi.
3. التعاون مع الجيران (At-Ta‘āwun ma‘a al-Jīrān) – Saling membantu dengan tetangga dan masyarakat sekitar.
4. طاعة القوانين ما لم تخالف الشرع (Thā‘atu al-Qawānīn mā lam Tukhālif asy-Syar‘) – Mentaati aturan yang berlaku selama tidak bertentangan dengan syariat.
4. التثبت في الأخبار (At-Tsabat fi al-Akhbār) – Bijak dalam menerima informasi, tidak ikut menyebarkan hoaks.
Dalam sejarah Islam, umat Muslim juga pernah menghadapi kondisi penuh tekanan, seperti ketika Rasulullah SAW dan para sahabat dikepung dalam Perang Khandaq. Saat itu, kesabaran, doa, dan persatuan menjadi kunci kemenangan.
Demikian pula hari ini, isu darurat militer—meski masih berupa wacana—dapat dipandang sebagai pengingat. Bahwa setiap krisis adalah ujian, dan setiap ujian pasti disertai janji Allah akan jalan keluar.
Allah berfirman:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Asy-Syarh: 5-6)
KEYWORD :Info Keislaman Darurat Militer Al-Qur`an Rasulullah SAW