
Ilustrasi - darurat militer yang terjadi di Seoul, Korea Selatan pada 4 Desember 2024 (Foto: Yonhap via REUTERS)
Jakarta, Jurnas.com - Gelombang aksi demonstrasi yang dalam beberapa hari terakhir mewarnai sejumlah daerah di Indonesia tidak hanya menghadirkan keramaian di jalanan, tetapi juga menimbulkan kegelisahan baru di tengah masyarakat.
Bentrokan antara massa dan aparat yang sesekali pecah membuat publik bertanya-tanya, sampai sejauh mana negara akan mengambil langkah untuk mengendalikan situasi.
Di ruang-ruang publik maupun media sosial, muncul kekhawatiran yang kian sering diperbincangkan: apakah pemerintah pada akhirnya akan menempuh jalan paling ekstrem dengan menetapkan darurat militer sebagai opsi terakhir?
Meski hingga kini tidak ada pernyataan resmi atau tanda-tanda konkret bahwa kebijakan tersebut akan diberlakukan, bayang-bayang darurat militer tetap menjadi topik hangat yang menghantui.
Banyak warga bertanya-tanya dalam hati, seandainya hal itu benar-benar terjadi, apa yang harus mereka lakukan? Apa saja yang perlu disiapkan untuk bertahan hidup di tengah situasi serba terbatas ketika militer mengambil alih kendali keamanan?
1. Pahami Aturan dan Batasan
Dalam kondisi darurat militer, sebagian hak sipil masyarakat bisa dibatasi. Misalnya, kebebasan berkumpul, jam malam, hingga pengawasan aktivitas publik. Masyarakat perlu memahami aturan yang berlaku agar tidak terjebak dalam pelanggaran yang justru merugikan diri sendiri.
Waspada! Begini Dampak Gas Air Mata bagi Tubuh
2. Simpan Dokumen Penting
Kartu identitas seperti KTP, SIM, atau paspor wajib selalu dibawa. Pemeriksaan dokumen biasanya lebih ketat, sehingga menyimpan dan menjaga kelengkapan identitas menjadi sangat penting.
3. Siapkan Kebutuhan Pokok
Darurat militer bisa berdampak pada distribusi barang. Menyediakan stok kebutuhan dasar seperti beras, air minum, obat-obatan, serta uang tunai secukupnya dapat membantu bertahan bila aktivitas ekonomi terganggu.
4. Jaga Informasi dan Komunikasi
Dalam kondisi darurat, informasi bisa simpang siur. Gunakan sumber berita resmi untuk mendapatkan kabar terkini. Jika memungkinkan, siapkan cara komunikasi alternatif, seperti radio atau aplikasi offline, jika akses internet dibatasi.
5. Utamakan Keselamatan
Jika terjadi bentrokan atau operasi militer di sekitar tempat tinggal, masyarakat disarankan tetap di rumah dan menghindari kerumunan. Prioritaskan keselamatan diri dan keluarga dibanding ikut terlibat dalam keributan.
6. Bangun Solidaritas dengan Tetangga
Darurat militer bukan hanya ujian individu, tetapi juga ujian sosial. Menjalin komunikasi dan saling membantu dengan tetangga akan mempermudah akses bantuan dan informasi di tengah situasi sulit.
KEYWORD :Darurat Militer Aksi Demo Indonesia Massa