Sabtu, 30/08/2025 16:11 WIB

Badan Bahasa dan LPMQ Sinergi Penyempurnaan Tafsir Alquran

LPMQ Kemenag dan Badan Bahasa Kemdikdasmen melakukan sinergi dalam penyempurnaan tafsir Alquran yang sesuai kaidah bahasa Indonesia.

Kepala Badan Bahasa Kemdikdasmen, Hafidz Muksin (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Kementerian Agama bakal melakukan sinergi dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) dalam penyempurnaan tafsir Alquran yang sesuai kaidah bahasa Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan bahwa Badan Bahasa memiliki komitmen kuat untuk mendukung penyempurnaan aspek kebahasaan dalam teks-teks keagamaan.

"Kami di Badan Bahasa bertugas menjaga standar bahasa Indonesia dan kami melihat bahwa penerjemahan dan penafsiran Alquran merupakan salah satu ruang yang sangat krusial," kata Hafidz pada Senin (25/8).

"Jika bahasa Indonesia digunakan dengan tepat dalam terjemahan dan tafsir mushaf Alquran, pemahaman masyarakat akan makin baik, dan nilai-nilai Alquran dapat tersampaikan dengan utuh," dia menambahkan.

Hafidz juga menekankan pentingnya kesinambungan komunikasi antarlembaga agar hasilnya lebih konkret.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menyampaikan bahwa kolaborasi ini tersebut sangat relevan dalam konteks perkembangan kebahasaan di Indonesia.

"Bahasa bukan hanya medium komunikasi, melainkan juga sarana menjaga makna dan nilai. Penerjemahan teks suci seperti Alquran tentu memerlukan perhatian khusus agar tidak hanya tetap sesuai dengan kaidah bahasa, tetapi juga mudah dipahami oleh masyarakat luas," ujar Dora.

Dalam arahannya, Kepala LPMQ, Abdul Aziz Sidqi, menekankan bahwa keberadaan LPMQ tidak hanya berfungsi untuk menjaga keautentikan mushaf, tetapi juga memastikan keterbacaan teks terjemahan dan tafsir Alquran di tengah masyarakat Indonesia.

"Kami menyadari bahwa penerjemahan Alquran adalah amanah besar. Ia harus tetap setia pada makna bahasa Arab, namun pada saat yang sama mampu hadir dalam bahasa Indonesia yang jelas, komunikatif, dan mudah dipahami. Di titik inilah kami memandang kerja sama dengan Badan Bahasa sebagai sesuatu yang sangat penting,” tutur Abdul Aziz.

Lebih lanjut, Abdul Aziz menambahkan bahwa tantangan penerjemahan Alquran tidak hanya pada aspek teknis bahasa, tetapi juga pada upaya menjaga konsistensi.

"Setiap kata dalam Alquran membawa makna yang mendalam. Jika penerjemahan tidak konsisten, makna bisa bergeser. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa terjemahan yang digunakan benar-benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, sekaligus tidak mengurangi esensi ajaran yang terkandung di dalamnya," kata dia.

KEYWORD :

Badan Bahasa Kemdikdasmen Hafidz Muksin Tafsir Alquran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :