
Aktivis 98 dan Pengamat Komunikasi Politik Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih. Foto: dok. Jurnas
JAKARTA, Jurnas.com – Aktivis ’98 Frans Immanuel Saragih mengutuk keras tragedi Pejompongan, Jakarta Pusat yang mengakibatkan satu ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21), meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis (Rantis) barakuda Brimob pada aksi demonstrasi pada Kamis (28/8/2025).
“Saya mengutuk keras tragedi Pejompongan ini. Sebagai Aktivis 98 yang juga pejuang demokrasi saya sedih akan peristiwa ini,” kata pengamat komunikasi politik dan pendiri Swarna Dwipa Institute (SDI) ini, Jumat (29/8/2025).
“Kami masih mengingat bagaimana kami dulu berjuang agar nilai nilai keadilan terwujud di negeri ini dengan mempertahankan nilai nilai demokrasi yang sesungguhnya,” tegas Frans Saragih.
Frans meminta agar tragedi Pejompongan ini diusut tuntas. “Mereka adalah manusia, hewan saja kita tidak tega untuk menabraknya, apalagi manusia yang sama dengan kita,” ujarnya.
“Kedepankanlah nilai-nilai kemanusiaan,” imbuh Frans.
Menurutnya, Presiden Prabowo sangat menjunjung nilai-nilai demokrasi, kebebasan berpendapat, dan hal hal yang berhubungan dengan demokrasi.
“Tetapi apa yang terjadi beberapa hari ini, menurut hemat saya, membuat nilai-nilai demokrasi dan juga mencederai nilai-nilai luhur yang diperjuangkan Prabowo,” katanya.
Ia menyarankan sebaiknya Prabowo langsung mengambil langkah tegas agar peristiwa ini diusut tuntas sejelas-jelasnya dan transparan. “Masyarakat sangat berharap akan keadilan akan kasus ini,” tutur Frans.
Frans meyakini, sikap dan langkah tegas Prabowo dapat memberikan rasa adil kepada keluarga korban dan kepada rakyat Indonesia. “Jangan hanya sekadar pidato menyampaikan bela sungkawa dan memerintahkan pengusutan, tetapi haruscepat mengambil aksi,” pungkasnya.
KEYWORD :Tragedi Pejompongan Ojol Brimob Lukai Demokrasi