Jum'at, 29/08/2025 21:16 WIB

Ikut Demo? Ini 8 Hal Penting yang Harus Kamu Siapkan

Massa mahasiswa di depan Gedung DPR RI (Foto: Habib/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Gelombang aksi unjuk rasa kembali menggema di berbagai wilayah Indonesia. Dalam beberapa pekan terakhir, ribuan warga turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi atas sejumlah kebijakan pemerintah hingga wakil rakyat yang dianggap tidak berpihak pada masyarakat kecil.

Aksi terbaru yang menarik perhatian publik adalah demonstrasi 28 Agustus 2025, di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta. Terlebih, dalam rangkaian aksi tersebut terdapat seorang pengemudi ojek online meninggal dunia setelah terlindas mobil taktis Brimob.

Tragedi ini pun menimbulkan perhatian publik luas, hingga menimbulkan aksi unjuk rasa lanjutan. Tragedi ini juga mengingatkan kembali pentingnya pengamanan dan persiapan yang matang—bukan hanya dari aparat, tapi juga dari para peserta unjuk rasa itu sendiri.

Berpartisipasi dalam demonstrasi adalah bagian dari hak menyampaikan pendapat yang dilindungi konstitusi. Namun agar aksi tetap berjalan damai, tertib, dan aman, peserta perlu mempersiapkan diri secara fisik, mental, hingga legal.

Pertama, pahami isu yang akan disuarakan.
Jangan ikut-ikutan tanpa tahu substansi tuntutan. Baca, pelajari, dan pahami apa yang menjadi dasar protes. Demonstrasi yang kuat adalah yang digerakkan oleh pemahaman, bukan hanya dorongan emosi sesaat.

Kedua, ketahui rute dan izin aksi.
Selalu pastikan aksi yang kamu ikuti telah memiliki pemberitahuan resmi kepada kepolisian. Ini penting untuk menghindari benturan yang tidak perlu dan memberi perlindungan hukum bagi peserta.

Ketiga, kenakan pakaian yang nyaman dan aman.
Gunakan pakaian yang ringan namun tertutup, sepatu tertutup, serta topi atau masker jika perlu. Hindari mengenakan atribut yang bisa mengundang provokasi atau mengganggu identifikasi diri jika dibutuhkan.

Keempat, bawa perlengkapan seperlunya.
Beberapa barang yang sebaiknya dibawa antara lain air minum, KTP atau identitas lainnya, uang tunai secukupnya, ponsel dengan baterai penuh, dan jas hujan atau pelindung panas. Bagi peserta perempuan, pembalut atau tisu basah juga penting.

Kelima, pahami hak-hak hukum peserta aksi.
Jika terjadi penangkapan atau penyisiran, ketahui prosedur hukum dasar, seperti hak untuk didampingi penasihat hukum dan hak untuk diam. Beberapa organisasi bantuan hukum biasanya menyebarkan hotline yang bisa dihubungi saat aksi berlangsung.

Keenam, jaga emosi dan jangan terpancing provokasi.
Aksi damai sering kali berujung ricuh karena adanya pihak ketiga yang memicu kerusuhan. Tetap tenang, ikuti arahan koordinator lapangan, dan hindari adu mulut yang tidak produktif.

Ketujuh, dokumentasikan dengan bijak.
Ambil foto atau video seperlunya, bukan untuk viralitas semata, tetapi sebagai dokumentasi bila dibutuhkan untuk pembuktian hukum atau pengawasan publik.

Kedelapan, siapkan mental dan solidaritas.
Demo bukan tempat untuk gagah-gagahan, tapi ruang perjuangan kolektif. Saling jaga, saling tolong, dan tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan adalah hal yang utama.

Unjuk rasa adalah bagian sah dari demokrasi, namun setiap peserta punya tanggung jawab moral dan sosial untuk menjadikan aksi sebagai ruang damai, bukan ajang konflik. Dengan persiapan yang tepat, demonstrasi bisa menjadi medium perubahan yang efektif dan tetap bermartabat. (*)

KEYWORD :

Demo Persiapan Unjuk rasa demonstrasi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :