Minggu, 16/06/2024 08:57 WIB

Mahasiswa Teknik UMB Raih Penghargaan Emas Kompetisi Internasional di Malaysia

Mahasiswa Mercu Buana, Prima Wijaya Kusuma raih Penghargaan Emas dan Penghargaan Khusus di acara ITEX

Prima Wijaya Kusuma Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Mercu Buana raih Penghargaan Emas dan Penghargaan Khusus. (Foto; Jurnas/Ist).

Jakarta, Jurnas.com- Prima Wijaya Kusuma, mahasiswa Teknik Elektro dari Universitas Mercu Buana, meraih Penghargaan Emas dan Penghargaan Khusus untuk Penemuan Internasional Terbaik dalam acara ITEX (International Invention, Innovation, Technology Competition & Exhibition) 2024 pada Mei di Kuala Lumpur. Malaysia.

ITEX 2024 merupakan acara tahunan yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Acara ini telah berlangsung selama hampir 35 tahun berturut-turut, menjadikannya salah satu platform terkemuka bagi para inovator, peneliti, dan pengembang teknologi dari seluruh dunia untuk memamerkan penemuan mereka. Kompetisi bergengsi ini diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dan diikuti oleh perwakilan dari 15 negara yang berbeda.

Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Andriansyah, M. Eng., memberikan apresiasi tinggi kepada Prima Wijaya Kusuma yang telah turut mengangkat nama Universitas Mercu Buana di level internasional.

“Pretasi tersebut menjadi bukti capaian akademis dan dukungan inovasi yang diberikan Universitas Mercu Buana kepada mahasiwa untuk dapat mengembangkan potensi dirinya setinggi-tingginya,” kata Andi melalui keterangannya, Selasa (28/5/2024).

Andi berharap agar prestasi yang diraih Prima dapat memacu mahasiswa lainnya untuk berprestasi melalui berbagai karya di berbagai ajang kompetisi baik nasional maupun internasional. “Semoga Prima menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berpacu mengejar prestasi di berbagai kompetisi,” kata Andi.

Dalam ajang tersebut Prima menampilkan karya TerraGrow : Integrated Platform for Real-Time Plant Monitoring and Automated Watering System with IoT Technology. TerraGrow merupakan alat elektronik yang bisa memonitoring kondisi tanah dalam parameter Temperature, Soil Moisture, Humidity dan  pH. TerraGrow tidak hanya memonitoring namun bisa memberikan keputusan kapan air akan diberikan secara otomatis dan dapat memitigasi dengan perhitungan siklus pengairan menggunakan machine learning.

Alat tersebut menurut Prima akan sangat bermanfaat bagi para petani di Indonesia karena merupakan alat yang bisa mengetahui kapan tanah itu diberi air dan bisa otomatis sesuai siklus hujan, siklus cuaca dll. “Dan manfaat langsungnya, Tidak perlu lagi menyiram manual, TerraGrow ini bisa menjadi otak yang bisa diintegrasikan ke drone untuk pengairan, dan serta meringankan beban penggunaan air pada lahan,” ujarnya.

Penilaian pada ITEX meliputi aspek-aspek seperti orisinalitas ide, tingkat inovasi, kebermanfaatan praktis, potensi pasar, serta bukti-bukti pengembangan atau aplikasi nyata dari produk atau penemuan tersebut. Para juri terdiri dari pakar-pakar terkemuka dalam bidang mereka masing-masing, yang memberikan penilaian objektif dan komprehensif terhadap setiap presentasi dan demonstrasi produk.

Selain memenangi lomba ITEX (International Invention, Innovation, Technology Competition & Exhibition) 2024, Prima juga terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama Tingkat Universitas Mercu Buana dan akan berkompetisi di Pilmapres Tingkat Nasional melalui seleksi LLDIKTI III.

Dalam persiapan menuju LLDIKTI III, Prima fokus pada gagasan dan inovasi yang mendukung SDG, serta mempersiapkan video, paper, dan pengembangan inovasi terkait. Prima juga mendorong teman-teman mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi mereka dan berkolaborasi dengan civitas akademik Universitas Mercu Buana untuk meraih prestasi.

KEYWORD :

Universitas Mercu Buana Prima Wijaya Penghargaan Emas Internasional




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :