Senin, 17/06/2024 08:02 WIB

Angin Perubahan Ajak Perempuan Tingkatkan Kontribusi kepada Bangsa

Ketua Women in Logistics and Transport (WiLAT) Indonesia, Nurmaria Sarosa meluncurkan buku perdana `Angin Perubahan`: Catatan Kecil tentang Pemberdayaan Perempuan Menuju Perubahan.

Peluncuran buku Angin Perubahan: Catatan Kecil tentang Pemberdayaan Perempuan Menuju Perubahan dan buku Kota Tangguh Pasca Korona, di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin (20/5).

 

Jakarta, Jurnas.com - Memontum hari Kebangkitan Nasional yang tepat pada 20 Mei 2024, menjadi hari bahagia dan bersejarah bagi pasangan suami istri (pasutri) dengan meluncurkan buku di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Ketua Women in Logistics and Transport (WiLAT) Indonesia, Nurmaria Sarosa meluncurkan buku perdana `Angin Perubahan`: Catatan Kecil tentang Pemberdayaan Perempuan Menuju Perubahan. Sementara sang suami, Wicaksono Sarosa meluncurkan buku `Kota Tangguh Pasca Korona` yang ditulis bersama beberapa rekannya.

Nurmaria Sarosa mengungkapkan melalui buku ini, ia berharap kaum perempuan lebih banyak menggali potensi dirinya agar mampu meningkatkan kontribusi kepada bangsa secara maksimal.

"Contohnya industri logistik dikuasai kaum laki-laki dan meski saat ini sudah banyak perempuan terjun ke bisnis logistik. Tetapi tetap saja kami ingin perempuan lebih solid eksistensinya dalam dunia logistik," ujar Nurmaria Sarosa usai peluncuran buku.

Mari-sapaan karib Nurmaria Sarosa- menegaskan, pihaknya tak ingin perempuan berkompetisi dengan perempuan lainnya maupun rivalitas dengan kalangan laki-laki di Indonesia. Melalui kiprahnya di dunia logistik, ia ingin agar perempuan Indonesia mampu mengikuti persaingan di dunia internasional.

"Kalau perempuan makin solid dan semakin meningkatkan eksistensi, saya yakin perempuan Indonesia dapat bersaing di dunia luar," ujarnya.

WiLAT merupakan organisasi perempuan international di bawah the Chartered Institute of Logistics and Transport (CILT) yang berpusat di UK berfokus di bidang logistik dan tranportasi. Sejak berdiri di bulan Juni 2013, WiLAT terus mempromosikan industri ini khususnya kepada perempuan, untuk kemajuan dan memberdayakan kaum hawa yang masih sangat sedikit menjalankan usaha logistik dan transportasi.  

"Kita harus tunjukkan kepada dunia luar, bahwa Indonesia itu perempuan-perempuannya juga hebat lho. Jangan cuma yang dilihat stigma-stigma negatif saja. Itu yang ingin saya hilangkan," ujarnya

Meri menjelaskan buku setebal 290 halaman yang ditulis selama 14 bulan ini mengajak pembaca memahami peran krusial perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan. Termasuk mengungkapkan realitas kesenjangan gender di lingkungan sosial, politik, seni budaya dan dunia kerja serta menganalisis transformasi teknologi.

"Pembaca juga diajak menganalisis kepemimpinan perempuan dan pemberdayaan melalui Pendidikan dan pengembangan demi terciptanya masa depan yang inklusif, dalam artian bersama-sama,” katanya.

Sementara buku "Kota Tangguh Pasca Korona" diharapkan dapat mendorong kota-kota di Indonesia untuk lebih berketahanan dalam menghadapi bencana. Apalagi mengingat Indonesia termasuk wilayah yang banyak potensi bencana.

Pengamat perkotaan Yayat Supriatna memberikan apresiasi kepada pasutri Meri dan Wicaksono Sarosa yang memiliki kekayaan narasi dan literasi.

“Peluncuran buku dari pasutri ini cukup menarik dan menjadi inspirasi bagi keluarga lain," katanya.

Yayat menambahkan di tengah pola serba instan, banyak orang berlomba-lomba membuat media sosial seperti Instagram, TikTok dengan durasi singkat, tak pernah serius dan sekedar sensasional.

"Saat ini yang menjadi persoalan antara buku dan medsos adalah nilai. Buku menanamkan nilai, medsos menanamkan viral. Nah, pasutri ini telah menanamkan nilai di momentum hari Kebangkitan Nasional. Itu patut diapresiasi," ujarnya.

KEYWORD :

Buku Angin Perubahan Kontribusi Perempuan kepada Bangsa Kota Tangguh Pasca Korona




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :