Rabu, 22/05/2024 00:49 WIB

Kalamo Biak Siap Ekspor Ratusan Ton Tuna Tahun Ini

Kampung Nelayan Modern (Kalamo) Biak, Papua memantapkan rencana ekspor tuna langsung ke berbagai negara.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Budi Sulistiyo (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Kampung Nelayan Modern (Kalamo) Biak, Papua memantapkan rencana ekspor tuna langsung ke berbagai negara. Optimisme ini berkat perjanjian kerja sama antara PT Perikanan Nusantara Jaya, PT PINDAD International Logistik, dan PT Pelindo yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Alhamdulillah, Kalamo Biak menunjukkan progres yang semakin bagus dan bersiap untuk bisa ekspor produk tuna," kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo melalui keterangan tertulisnya.

Budi mengatakan Samudra Ulam kini sedang membangun fasilitas UPI pengolahan fillet tuna dengan brand `Nusa Tuna` berkapasitas 300 ton per bulan dan siap beroperasi pada Juni mendatang.

Dikatakannya, Kalamo juga semakin lengkap dengan kesepakatan PT PINDAD International Logistik (PIL) dan PT Pelindo yang akan memanfaatkan lahan di area pelabuhan untuk digunakan sebagai Unit Pengolahan Ikan (UPI) penanganan produk.

Pembangunan UPI tersebut bagian dari kemitraan Ditjen PDSPKP dan PT Pindad International Logistik serta Sinergi BUMN antar PT Pindad dan PT Pelindo.

"Untuk yang PT PIL sudah ground breaking dan targetnya selesai Juli 2024," ujar Budi.

Budi memastikan UPI memenuhi prinsip Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) dalam proses pendaratan ikan di Pelabuhan Pelindo sebagai wilayah kerja Pelabuhan Perikanan Pandoi.

Rencananya, UPI penanganan ikan ini akan dilengkapi fasilitas berupa bangunan proses (ruang pilah, timbang, pembersihan, packaging, administasi dan stuffing) berkapasitas proses 750 ton per minggu.

Kemudian bangunan gudang (gudang penerimaan) kapasitas 200 ton, 100 plugging container yard, 100 container empty yard, listrik 1 megawatt. Tak hanya itu, ada juga layanan sandar bongkar dan jasa pengiriman.

Budi mengatakan target awal penanganan produk ikan dari 43 kapal penangkap ikan berizin nasional serta satu kapal berizin daerah, sebelum dikirim ke Surabaya dan Jakarta menggunakan moda kapal angkut container dari pelabuhan Pelindo 4 regional Biak.

"Untuk proses yang akan dilakukan di UPI antara lain sortasi, grading, timbang, packaging dan stuffing di container," jelas dia.

KEYWORD :

Kalamo Biak Ekspor Tuna Papua KKP




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :