Rabu, 29/05/2024 15:43 WIB

Pemprov DKI Catat 1.038 Pendatang Baru Tiba di Jakarta

Angka itu terdata sejak 16 April 2024 sampai 22 April 2024.

Kota Jakarta

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah Provinsi DKI mencatat sedikitnya sebanyak 1.038 orang dari berbagai daerah menjadi pendatang baru dan tiba di Jakarta usai arus balik Lebaran 2024.

Tren registrasi pendatang baru sejak 16 April 2024 sebanyak 130 orang, 18 April 2024 sejumlah 368 orang. Kemudian pada 20 April bertambah 275 orang, dan pada 22 April 2024 sebanyak 265 orang.

"Mereka dihitung setelah Lebaran, tepatnya sejak 16 hingga 22 April 2024," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta Budi Awaludin, Selasa (23/4).

Dari data tersebut, sebanyak 78,53 persen pendatang hanya berpendidikan di bawah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA atau SMA). Sementara, sebanyak 21,47 persen berpendidikan lebih tinggi dari SMA.

Jika dilihat dari jenis kelamin, sebanyak 515 pendatang merupakan laki-laki dan 523 orang adalah perempuan

Adapun pendatang tersebut paling banyak berasal dari Kota Bekasi sebanyak 80 orang, 77 orang tidak menuliskan secara rinci kota asalnya, 42 orang dari Tangerang dan Depok.

Kemudian 35 orang dari Bogor, 28 orang dari Bekasi, 26 orang dari Kota Medan, 23 orang dari Indramayu, 21 orang dari Brebes, dan 19 orang dari Tangerang.

Sepuluh pekerjaan pendataan tersebut antara lain pelajar atau mahasiswa sebanyak 274 orang (27,08 persen), karyawan swasta 252 orang (24,90 persen), belum atau tidak bekerja 162 orang (16,01 persen)

Kemudian pekerjaan mengurus rumah tangga 137 orang (13,54 persen), wiraswasta 109 orang (10,77 persen), buruh harian lepas 21 orang (2,08 persen), pegawai negeri sipil (PNS) 15 orang (1,48 persen), guru 10 orang (0,99 persen), TNI 8 orang (0,79 persen), dan dokter 5 orang (0,49 persen).

Sebelumnya, Disdukcapil DKI memprediksi pada 2024 usai Lebaran ini jumlah pendatang baru di Jakarta akan menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Jadi kami memprediksi bahwa pada tahun ini untuk yang arus balik ini, yaitu sekitar 10 ribu sampai 15 ribu (pendatang masuk Jakarta). Kalau kemarin (2023) kan di angka 20 sampai 25 ribuan," kata Budi di Jakarta pada 17 April lalu.

Kala itu, dia menyebut salah satu penyebab pendatang baru ke DKI Jakarta menurun karena secara umum pembangunan nasional saat ini sudah merata di beberapa daerah, termasuk infrastrukturnya.

Selain itu, perekonomian nasional juga sudah membaik. Begitupun dengan pemerataan lapangan kerja yang saat ini sudah banyak pilihan di seluruh Indonesia.

KEYWORD :

Pemprov DKI Jakarta Pendatang Baru di Jakarta Jumlah Pendatang Baru




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :