Rabu, 24/04/2024 13:26 WIB

Etika dan Moral, Rhoma Irama dan Organisasi Ini Tegas Menolak Pemilu Curang

Rhoma Irama bersama dengan organisasinya menolak dengan tegas dugaan Pemilu 2024 penuh dengan kecurangan

Pernyataan sikap Rhoma Irama menolak Pemilu curang. (Foto: Jurnas/Ira).

Depok, Jurnas.com- Raja Dangdut Rhoma Irama dan Rhomais yang terdiri dari Forsa, Fahmi Tamami, dan Pamdi serta beberapa organisasi seperti Fuhabi, Pejabat dan Pin mengajak kepada masyarakat untuk berani melaporkan kecurangan demi kecurangan dalam Pemilu 2024 kepada pihak berwenang.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Ratu dangdut Hj. Elvy Sukaesih, Camelia Malik dan tokoh peran Soultan Saladin ini Raja Dangdut mengungkapkan bahwa dirinya dan teman teman memperjuangkan  kejujuran yang adil dan berkeadilan. Hal itu ia ungkapkan karena kecurangan justru  terjadi sebelum proses penghitungan suara. Ini bisa dibuktikan dengan maraknya penggelontoran bansos dan politik uang.

“Pemilihan umum yang sejatinya merupakan pesta rakyat yang seharusnya berlangsung jujur dan adil justru telah menjadi pesta kelompok tertentu saja. Kebebasan berpendapat dan memilih telah dibungkam dengan tekanan. Kita lihat ada politik uang dan bansos menjelang pelaksanaan Pemilu, ,” kata Rhoma Irama di Studio Soneta Record, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Kamis (22/2/2024).

”Jika dalam proses penuh cacat, maka hanya akan menghasilkan pemerintahan yang tidak punya legitimasi kokoh di mata rakyat. Pemimpin yang ditakuti, tetapi tidak dicintai rakyatnya,” lanjutnya.

Senada dengan Rhoma Irama, Hj. Elvy Sukaesih yang juga turut hadir dalam acara tersebut mengatakan,

“Sebagai penyanyi seniman saya merasa terpanggil untuk hal ini,  nggak kuat mau nangis gregetan nyata-nyata dicurangin, gak ada malunya sama sekali. Ayo berjuang bersama apa yang kita lakukan lawan turun karena bukan apa apa kita harus berubah, kita gak lama sampai pikirkan regenerasi anak cucu cicit semua emak sudah teriak beras mahal sekarang. Saya turut raja dangdut kita berjuang bersama demi untuk semua rakyat Indonesia,” kata si ratu Dangdut.

Sementara dalam kesempatan yang sama Camelia Malik mengungkapkan kegeramannya dengan kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2024 ini.

“Pasti tujuan kita sama ingin indonesia adil sejahtera dan berkeadilan, apalagi urusan kecurangan. Saya nggak ada urusan siapa yang jadi presiden, tapi tentunya dengan cara yang baik, gak niat curang berniat baik untuk menjadikan indonesia lebih baik dan punya martabat. Saya pikir itu bercanda banget dari awal, tidak halal serba kayak gitu harus melihat mereka menari padahal hati menangis padahal pengen nyanyi aja susah kita bersama bergandeng tangan menuju perubahan indonesia berubah dan Insya Allah Allah ridho dengan perjuangan kita,” kata Camelia malik.

Selanjutnya Rhoma Irama mengajak masyarakat untuk ikut memastikan semua berlangsung transparan. Karena itu, dia mengingatkan masyarakat terus mengawal proses penghitungan suara di KPU. Namun, dia juga meminta masyarakat tidak terprovokasi.

“Kita harus mengawal dan memastikan Pemilu berlangsung jujur dan adil, dengan ikut mengawasi perhitungan suara di KPU, serta menyampaikan berbagai bukti kecurangan kepada pihak yang bertanggung jawab. Selain itu untuk pendukung paslon 01, paslon 02 dan paslon 03  saya menghimbau agar tidak terprovokasi untuk diadu domba, yang akan membuat situasi semakin parah,” sambung Rhoma.
Dalam acara tersebut Rhoma Irama juga membacakan Deklarasi Pernyataan Sikap Rhomais terhadap perkembangan Pemilu dan penghitungan suara yang menurutnya penuh kecurangan.

Dalam Pernyataan Sikap tersebut setidaknya ada 4 hal yang disampaikan yaitu;

1.Mengawal dan memastikan Pemilu berlangsung jujur dan adil, serta ikut mengawasi perhitungan suara KPU.
2. Menyampaikan berbagai bukti kecurangan baik penyalahgunaan bansos, politik uang, tekanan oleh aparat dan lain-lainkepada pihak yang bertanggung jawab termasuk tim sukses masing-masing paslon.
3. Mendorong  bawaslu. MK dan DPR untuk mengambil keputusan yang adil atas berbagai manipulasi yang terjadi pada Pemilu 2024,
4. Meminta dengan sangat agar para pemimpin bangsa menggunakan hati nurani dan akal sehat dalam melangkah dan menempatkan etika dan moral sebagai nilai-nilai yang utama.

Hadir dalam acara deklarasi tersebut FORSA (Fans Of Rhoma dan Soneta) yang diketuai olehKuswanto, FAHMI TAMAMI ) Forum Silaturahmi Ta’mir Masjid seluruh Indonesia) yang dipimpin oleh Ust. Anas Kurdi, PAMDI (Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia) yang dipimpin oleh Waskito.

Hadir pula FUHAB (Forum Ulama dan Habib) yang dipimpin oleh KH, Lutfi Jawawi, PEJABAT )Pengacara dan Jawara Bela Umat) yang dipimpin H. Eka Jaya, dan PIN (Perisai Idaman).

KEYWORD :

Rhoma Irama Elvi Sukaesih Pemilu Curang




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :