Selasa, 05/03/2024 03:29 WIB

SMRC: Tahu Ketua MK Paman Gibran, Elektabilitas Anies-Muhaimin dan Prabowo-Gibran Bersaing Ketat

Dari 55 yang tahu ketua MK tersebut paman Gibran, 31 persen memilih Anies-Muhaimin, 32 persen Prabowo-Gibran, 26 persen Ganjar-Mahfud, dan 11 persen belum menjawab.

Pasangan Capres dan Cawapres Anies-Muhaimin (AMIN). Foto: IG @Aniesbaswedan

JAKARTA, Jurnas.com –Isu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk pemilihan presiden sangat penting secara elektoral. Pada kelompk masyarakat yang mengetahui bahwa Ketua MK Anwar Usman adalah Paman Gibran Rakabuming Raka, elektabilitas Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar (AMIN) bersaing ketat dengan Prabowo-Gibran.

Kalau isu tentang keputusan MK tersebut semakin banyak diketahui oleh publik, maka Anies-Muhaimin akan mendapatkan tambahan keuntungan elektoral dan akan mengurangi suara bagi Prabowo-Gibran. Bahkan pasangan Prabowo-Gibran berpotensi tersingkir, tidak masuk ke putaran kedua.

Demikian temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan pada 29 Oktober – 5 November 2023. Hasil survei ini disampaikan Prof. Saiful Mujani pada program ‘Bedah Politik bersama Saiful Mujani’ episode “Masalah MK dan Elektabilitas Capres-Cawapres” di kanal Youtube SMRC TV pada Kamis, 30 November 2023.

“Isu keputusan MK (secara elektoral) lebih menjadi isu persaingan antara Anies-Muhaimin dan Prabowo-Gibran,” kata Saiful.

Saiful mengatakan, dari yang tahu tentang keputusan MK tersebut, sebanyak 55 persen atau sekitar 22 persen populasi menyatakan tahu bahwa Ketua MK yang memutus perkara tersebut adalah paman Gibran. Sedangkan yang tidak tahu bahwa Anwar Usman adalah paman Gibran, sebanyak 45 persen.

Dari 55 yang tahu ketua MK tersebut paman Gibran, 31 persen memilih Anies-Muhaimin, 32 persen Prabowo-Gibran, 26 persen Ganjar-Mahfud, dan 11 persen belum menjawab.

Sementara dari 45 persen yang tidak tahu, 16 persen memilih Anies-Muhaimin, 20 persen Ganjar-Mahfud, 55 persen Prabowo-Gibran, dan 9 persen belum menjawab.

Saiful menyatakan bahwa jika jumlah warga yang tahu bahwa ketua MK yang memutus perkara usia capres/cawapres tersebut paman Gibran semakin banyak, maka pemilihan presiden kemungkinan akan terjadi dalam dua putaran.

“Dan kemungkinan yang akan bersaing adalah Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin di putaran kedua. Sementara jika semua populasi nasional tidak tahu bahwa ketua MK tersebut adalah paman Gibran, potensi kemenangan Prabowo-Gibran satu putaran menjadi besar,” kata Saiful.

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Sampel sebanyak 2400 responden dipilih secara acak (stratified multistage random sampling) dari populasi tersebut.  Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1939 atau 81%. Sebanyak 1939 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 2,3% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling). Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Waktu wawancara lapangan 29 Oktober – 5 November 2023.

KEYWORD :

Anies-Muhaimin AMIN SMRC Prabowo-Gibran MK




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :