Senin, 04/03/2024 03:04 WIB

Buka Simposium PTNU, Nadiem Bagikan Praktik Baik MBKM

Nadiem mengatakan, saat ini dunia bergerak cepat seiring perkembangan teknologi, pergeseran demografi, pertumbuhan ekonomi, serta perubahan dinamika sosial dan budaya.

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim membagikan praktik baik Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), saat membuka Simposium Nasional Digitalisasi Perguruan Tinggi Nadhlatul Ulama (PTNU).

Kegiatan bertajuk `Transformasi Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi` itu digelar di Jakarta pada Selasa (28/11) kemarin, dan dihadiri oleh Wamenag Saiful Rahmat Dasuki, dan Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf.

Nadiem mengatakan, saat ini dunia bergerak cepat seiring perkembangan teknologi, pergeseran demografi, pertumbuhan ekonomi, serta perubahan dinamika sosial dan budaya.

Dia mengungkapkan, perubahan-perubahan ini menuntut seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk mampu beradaptasi, demi lahirnya sumber daya manusia unggul dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

"Alhamdulillah, upaya kampus-kampus di Indonesia, termasuk yang berada di bawah naungan NU, untuk melahirkan lulusan yang unggul dan berdaya saing tinggi tampak semakin nyata berkat terobosan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)," terang Nadiem.

Hanya dalam waktu empat tahun, lanjut Nadiem, Kemdikbudristek berhasil mengirim 950 ribu lebih mahasiswa Indonesia untuk belajar dan berkarya di luar kampus.

"Dan berdasarkan hasil survei kami, para mahasiswa yang telah mengikuti program MBKM memiliki waktu tunggu kerja yang lebih singkat serta gaji pertama yang lebih tinggi dari rata-rata nasional. Hal ini menunjukkan kebermanfaatan yang luar biasa dari program-program MBKM," ujar dia.

Mendikbudristek juga turut mengucapkan apresiasi kepada para pimpinan dan seluruh sivitas akademika perguruan tinggi NU yang telah mendorong para mahasiswa mengikuti program Kampus Merdeka.

Dia optimistis para mahasiswa alumni Kampus Merdeka akan menjadi cikal bakal pemimpin masa depan, yang akan membawa perubahan besar bagi kemajuan peradaban bangsa.

"Besar harapan saya agar Simposium Perguruan Tinggi NU se-Indonesia dapat melahirkan rekomendasi dan kerja nyata yang akan mengakselerasi transformasi sistem pendidikan tinggi Indonesia dengan gerakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka," sambung Nadiem.

Ketua Panitia Simposium PTNU, Luthfi Hamidi, menyampaikan bahwa tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan ini ialah menyatukan tekad seluruh unsur pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama untuk semakin berkembang.

"Menjadikan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama benar-benar sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh bangsa ini untuk membangun peradaban dunia," jelas Luthfi.

Luthfi menyebut terdapat 32 rektor perguruan tinggi keagamaan negeri dan perguruan tinggi yang siap menjadi bapak asuh untuk bersama-sama dengan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama untuk mengembangkan kualitas mutu pendidikan di wilayah masing-masing.

"Mulai dari Aceh sampai Papua, kemudian juga hadir unsur yang sangat berperan dalam pengembangan PT NU yakni 29 perguruan tinggi Nahdlatul Ulama milik jam`iyah Nahdlatul Ulama yang akan bersinergi. Kemudian hari ini oleh 92 perguruan tinggi Nahdlatul Ulama milik jamaah NU yang juga siap untuk bersinergi dan berkolaborasi," ungkap Luthfi.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Pendidikan dan Hukum, yang juga merupakan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Biltar, Jawa Timur, Muhammad Mukri, mengatakan bahwa digitalisasi kampus adalah salah satu bagian dari revolusi ilmu pengetahuan dan revolusi digital.

"Manajemen digitalisasi akan semakin memudahkan proses pengelolaan kampus yang terintegrasi dengan baik. Data-data bisa diakses oleh pihak manajemen dengan mudah sehingga aspek supervisi bisa dilakukan dengan baik," kata Muhammad Mukri.

Mukri menambahkan, untuk perguruan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama, digitalisasi kampus ini sangatlah penting, terutama pada saat ini perguruan tinggi Nahdatul Ulama saat ini sedang berkembang pesat.

Selanjutnya, CEO PT Garuda Cyber Indonesia, Bantuan Aan mengatakan kegiatan ini diikuti oleh ratusan kampus yang berada di bawah PBNU se-Indonesia dengan ribuan peserta.

"Mudah-mudahan dari acara ini akan menghasilkan sebuah resume yang baik tentang digitalisasi pendidikan di kampus-kampus yang ada di PBNU," tutup Aan.

KEYWORD :

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim PTNU Nahdlatul Ulama Simposium Digitalisasi Pendidikan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :