Senin, 04/03/2024 04:06 WIB

Internasional

Ini Pidato Presiden AS Soal Serangan di Suriah

Begini isi pidato Presiden Donald Trump beberapa jam usai serangan tak berperikemanusiaan tersebut.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/NBC

Florida – Pagi ini Suriah kembali berduka. Serangan 70 rudal Tomahawks milik Amerika Serikat (AS) membombardir pangkalan militer di Kota Homs. Alasannya, dugaan penggunaan senjata kimia yang dituduhkan kepada Presiden Suriah Basar al-Assad, tak lama setelah pemerintah menggempur gudang senjata tentara pemberontak pada 4 April 2017.

Begini isi pidato Presiden Donald Trump beberapa jam usai serangan tak berperikemanusiaan tersebut.

Wahai wargaku, pada Selasa (4/4) lalu diktator Suriah Bashar al-Assad melancarkan senjata kimia yang mengerikan terhadap warga sipil yang tidak bersalah. Dia menggunakan senjata saraf yang bisa membunuh wanita dan anak-anak.

Hal itu sangat brutal. Banyak bayi yang dibunuh secara kejam atas serangan tersebut. Seharusnya tidak ada satu pun anak Tuhan yang menderita kematian semacam itu.

Malam ini, aku memerintahkan militer untuk menyerang pangkalan udara di Suriah, lokasi serangan kimia beberapa waktu lalu diluncurkan. Ini demi kepentingan keamanan nasional AS untuk mencegah dan menghalangi penyebaran penggunaan senjata kimia mematikan.

Perlu diketahui bahwa senjata kimia telah dilarang oleh Dewan Keamanan PBB. Dan bertahun-tahun kami berupaya mengubah kebijakan Assad nampaknya sia-sia. Akibatnya, krisis pengungsi makin mendalam dan mengancam AS.

Malam ini, kami dan seluruh negara beradab telah bergabung untuk mengakhiri pembantaian dan pertumpahan darah di Suriah, dan segala bentuk terorisme. Kami meminta dengan khidmat kepada Tuhan atas tantangan ini.

Kami berdoa untuk para korban dan jiwa-jiwa mereka yang telah tulus. Kami juga berharap agar Amerika selamanya berdiri untuk keadilan, hingga perdamaian dan harmoni akhirnya menang.

Selamat malam dan Tuhan memberikati Amerika dan seluruh dunia. Terima kasih

KEYWORD :

Bom kimia Serangan Suriah Donald Trump AS




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :