Penampilan Dalam Gala Dinner KTT Ke-43 ASEAN ( Foto : Viva )
Jakarta, Jurnas.com - Hasil dari visi ASEAN Pasca-2025 akan menjadi panduan kerja sama ASEAN selama 20 tahun ke depan, sebagaimana dimandatkan oleh Kepala Negara dalam KTT ASEAN ke-42 bulan Mei 2023 lalu. Termasuk HLTF on ASEAN Community Vision (HLTF ACV) menjadi unit khusus yang bertugas menyusun Visi ASEAN Pasca 2025. Sedangkan, HLTF on ASEAN Economic Integration (HLTF-EI) diberikan mandat guna mendukung penyusunan substansi visi bidang ekonomi.
Dikutip dari laman ASEAN, hasil itu didapatkan setelah melalui koordinasi dan kolaborasi lewat pertemuan interface antara HLTF-ACV dan HLTF-EI. Pertemuan itu dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi yang menjabat Ketua HLTF-EI, serta Duta Besar Dian Triansyah (Indonesia) serta Duta Besar Dato’ Zainuddin Yahya (Malaysia) selaku Ketua Bersama HLTF-ACV.
Pertemuan itu difokuskan dua hal, yakni meliputi rencana kerja penyusunan visi ASEAN Pasca 2025 dan perkembangan penyusunan visi pada pilar ekonomi.
"Pertemuan interface ini adalah yang pertama, tetapi tentu bukan yang terakhir. Karena saya yakin kita akan bekerja sama lebih erat menuju pengesahan Visi ASEAN 2045 dan dokumen pendampingnya pada pilar ekonomi,” kata Edi sebagaimana dikutip, Selasa (19/9).
Dia ingatkan, 20 tahun merupakan jangka waktu yang panjang untuk melakukan proyeksi ekonomi. Sehingga perlu dilakukan diagnosa kondisi dalam jangka waktu 1 tahun dan 5 tahun untuk melihat bagaimana perubahan rencana pembangunan ekonomi. Dalam kondisi ekonomi global yang sangat dinamis, penyusunan visi jangka panjang ini menjadi sangat penting.
“Maka dari itu, visi ASEAN harus visioner serta konkret, seimbang antara ambisi dan pragmatisme. Utamanya, visi tersebut haruslah sesuatu yang dapat dengan mudah dipahami masyarakat,” imbuh Edi.
Dia melanjutkan, untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) serta ASEAN pasca 2025, terdapat tiga bidang yang menjadi perhatian. Mulai dari memperdalam integrasi ekonomi regional melalui konektivitas, mempersempit kesenjangan pembangunan, hingga merampingkan mekanisme MEA agar lebih efisiensi dan efektif.
Paripurna DPR Setujui RUU BUMN Disahkan Jadi UU
"Maka, untuk mencapai tujuan ini, ASEAN perlu dilengkapi dengan struktur, proses, dan mekanisme yang tanggap dan adaptif terhadap berbagai perubahan yang berlangsung sangat cepat. Koordinasi antar pilar, yaitu politik, ekonomi, dan sosial budaya, menjadi kelemahan tersendiri dalam proses penyusunan Visi ASEAN Pasca 2025. Untuk itu, perlu dicari mekanisme yang efektif untuk menangani masalah lintas pilar dan lintas sektor,” demikian Edi.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
ASEAN MEA Ekonomi HLTF




















