Kamis, 05/03/2026 08:35 WIB

Korban Bom Tandan Rusia-Ukraina Melonjak Delapan Kali Lipat





Korban Bom Tandan Rusia-Ukraina Melonjak Delapan Kali Lipat

Pelontar bom tandan (Foto: Reuters)

Jenewa, Jurnas.com - Kelompok Koalisi Munisi Tandan melaporkan bahwa penggunaan bom tandan menyebabkan jumlah korban tewas dan terluka meningkat delapan kali lipat tahun lalu, menjadi lebih dari 1.000 orang.

Sebagian besar korban berasal dari Perang Rusia vs Ukraina. Sebab, kedua kubu menggunakan senjata terlarang ini sejak perang meletus tahun lalu.

Bom tandan yang ditembakkan dari darat atau pesawat terbang, meledak di udara, lalu menyebarkan bom-bom yang lebih kecil ke wilayah yang luas. Karena itu, senjata ini dilarang pada 2008 menurut kesepakatan 100 negara.

Namun, baik Rusia maupun Ukraina tidak masuk dalam daftar negara yang menyepakati perjanjian itu. Juga, Amerika Serikat (AS) yang mulai memasok bom tandan ke Ukraina tahun ini.

Dikutip dari Reuters pada Selasa (5/9), dari total 1.172 korban tahun lalu, 353 orang meninggal termasuk lebih dari 300 orang di Ukraina. Hampir semua korban adalah warga sipil dan tiga perempatnya adalah anak-anak yang sering bermain dengan bom yang belum meledak.

"Tidak masuk akal jika warga sipil masih sekarat dan terluka akibat munisi tandan 15 tahun setelah senjata ini dilarang," kata Mary Wareham dari Human Rights Watch dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss.

Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa Rusia menggunakan bom tandan berulang kali, sementara Ukraina juga menggunakannya, namun pada tingkat yang lebih rendah. Belum ada tanggapan segera dari Kyiv atau Moskow terhadap laporan itu.

KEYWORD :

Bom Tandan Rusia Ukraina Perang




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :