Senin, 04/03/2024 04:48 WIB

Anggota DPR: Butuh Kajian Mendalam untuk Atasi Pencemaran Udara

Tadi juga di dalam kesimpulan rapat masuk kesembilan bahwa akan segera dibentuk panitia kerja (panja), nah tapi lintas kementerian lembaga, kalau di Komisi IV KLHK sebagai mitra langsung.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP, Riezky Aprilia. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Diperlukan kajian mendalam untuk mengatasi pencemaran udara di Tanah Air, khususnya Jakarta. Seluruh mitra terkait juga penting melakukan koordinasi untuk mematangkan penanganan polusi udara.

Demikian disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI Riezky Aprilia  di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (31/8)

"Kalau masalah udara, yang pasti kami sudah bilang ada perlu kajian," katanya.

Untuk itu, kata Riezky, dari hasil rapat kerja Komisi IV DPR dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya hari ini menyepakati pembentukan panitia kerja (panja) untuk mendalami permasalahan polusi udara.

Ke depannya, setelah adanya kajian lintas kementerian lembaga diharapkan dapat menemukan rumusan yang mampu menjaga  kualitas udara di Indonesia, Jabodetabek khususnya.

"Tadi juga di dalam kesimpulan rapat masuk kesembilan bahwa akan segera dibentuk panitia kerja (panja), nah tapi lintas kementerian lembaga, kalau di Komisi IV KLHK sebagai mitra langsung," ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan ini juga menuturkan, panja bersama pihak terkait akan mencari tahu penyebab utama memburuknya kualitas udara yang terjadi, khususnya Jakarta.

Riezky menyampaikan pendalaman ini penting agar pemberian sanksi terhadap perusahaan yang dianggap sebagai `biang` pencemaran udara tidak salah sasaran.

"Jadi polusi udara ini apakah pabrik apakah kendaraan, apakah PLTU, memang harus betul-betul dipastikan jangan sampai kita memberikan sanksi yang salah, nah kalau sampai sanksinya salah dan orang merasa enggak begitu dengan mereka punya data, nanti malah berbalik ke kita," kata dia.

Di sisi lain, Riezky menilai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mewajibkan perusahaan menanam pohon sudah tepat. Dia bahkan menyebut jika upaya menanam pohon seharusnya dilakukan tanpa harus menunggu perintah dari Kepala Negara.

Dia menyatakan butuh kesadaran semua pihak, termasuk masyarakat tentang pentingnya menanam pohon. Apalagi, pohon menjadi salah satu sumber penyaring udara.

"Oleh karena itu instruksi menanam pohon dengan hari ini meminimalisir pencemaran yang ada di udara, mengantisipasi bencana itu perlu memang," kata dia.

KEYWORD :

Warta DPR Komisi IV PDIP Riezky Aprilia polusi udara




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :