Selasa, 21/05/2024 01:43 WIB

Kader Partai Golkar Minta Airlangga Tidak Paksakan Diri Maju Capres, Dorong Kader yang Potensial

Kader muda Partai Golkar Rudolfus Jack Paskalis minta Airlangga Hartarto tidak paksakan diri maju sebagai Capres/Cawapres

Kader Minta Airlangga Tidak Paksakan Diri Maju Capres, Dorong Kader Lain yang Potensial. (Foto: Jurnas/Ist).

Jakarta, Jurnas.com- Kader muda Partai Golkar Rudolfus Jack Paskalis meminta Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tidak memaksakan diri untuk maju sebagai Capres/Cawapres karena tingkat elektabilitas yang rendah. Dia meyakini selain Airlangga, partai Golkar punya stok kader yang dinilai potensial untuk diusung sebagai Capres atau Cawapres.

"Partai Golkar harus realistis juga. Jangan paksakan diri karena memang tingkat elektabilitas Ketua Umum Pak Airlangga sangat rendah. Hampir semua survei menyampaikan temuan seperti itu. Dan mengingat waktu makin pendek tidak mungkin juga bisa naik secara tiba-tiba," kata Jack saat gelar diskusi bertajuk "Ruang dan Peluang Partai Golkar pada Pileg dan Pilpres 2024“ di Jakarta, Kamis malam (25/5).

Menurut Jack, Ketua Umum Partai Golkar harus segera menyampaikan pernyataan publik untuk mundur dari keinginan sebagai Capres atau Cawapres dan menentukan figur atau tokoh lain Partai Golkar yang dianggap potensial.

"Banyak koq kader Partai Golkar yang potensial. Itu bisa dilihat dari berbagai survei yang dirilis. Saya tidak perlu mendikte sampai deteil soal itu karena publik juga sudah tau siapa kader Partai Golkar yang potensial. Dan Harus ada sikap kerelaan Ketum untuk tidak memaksakan diri maju baik sebagai Capres maupun Cawapres," ucap Jack.

Terkait situasi Partai Golkar hari ini lanjut dia harus ada gerakan perubahan signifikan supaya bisa memenangi Pemilu 2024 nanti, utamanya Partai Golkar tidak terjebak pada gimmick politik pragmatis semata dan lupa tugas utama menyambangi masyarakat.

"Ada kesan kuat pragmatisme di Partai Golkar sehingga kurang ideologis dan agak jauh dengan rakyat. Ambil contoh soal pencalegan saja, kader yang lama berjuang di Golkar harus tergusur oleh orang yang entah karena alasan pragmatis. Ini sangat kami sesalkan," katanya.

Dia berharap agar catatan survei Partai Golkar yang mengalami penurunan patut menjadi perhatian serius kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto. "Bagaimana mungkin Partai Golkar bisa disalib Demokrat jika mengacu ke hasil survei Litbang Kompas terkahir. Ini sudah warning serius bahwa kepemimpinan Ketua Umum Pa Airlangga harus dievaluasi," sambungnya.

Pada kesempatan yang sama Kader Partai Golkar Indra J. Piliang menambahkan situasi kebatinan kader partai Golkar saat ini resah karena Partai Golkar tidak kunjung menentukan sikap terkait siapa Capres atau Cawapres yang akan diusung pada Pemilu 2024 nanti. Kejelasan Capres/Cawapres yang akan diusung menurut Indra akan ikut menentukan semangat kader dalam mengikuti pertarungan Pemilihan Legislatif.

"Ini adalah masa injury time. Tinggal 8 bulan menuju Pemilu itu sangat singkat dan saat ini belum muncul keputusan siapa Capres yang akan diusung Partai Golkar. Yang artinya apabila keputusan Capres tidak muncul saya kira akan menimbulkan kegelisahan, keresahan, di tingkat kader yang tentu akan merugikan Partai Golkar sendiri," ungkap Indra.

Menurut dia, Pileg dan Pilpres 2024 yang digelar bersamaan mengandaikan partai juga memiliki jagoan Capres-Cawapres. Maka dengan tidak adanya kejelasan  Capres/Cawapres yang akan diusung Partai Golkar maka akan berdampak sangat buruk  pada keterpilihan Partai Golkar untuk kursi legislatif. "Di daerah yang katakanlah kursinya sedikit, lalu tidak ada capres dan cawapres  Golkar maka dia akan ketinggalan. Ini soal yang amat serius hari ini. Karena soal efek ekor jas itu," pungkasnya.

KEYWORD :

Airlangga Hartarto Rudolfus Jack Paskalis Kader Muda Capres




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :