Selasa, 21/05/2024 23:14 WIB

Gus Halim: Harkitnas untuk kebangkitan Desa demi Indonesia Emas 2045

Pembangunan desa yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan adalah bagian integral dari perjalanan menuju Indonesia Emas di tahun 2045

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar jadi Pembina Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Halaman Kantor Kemendes PDTT (Humas Kemendes)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar menegaskan Hari Kebangkitan Nasional dapat menjadi momen yang tepat untuk membangkitkan semangat membangun desa serta pemberdayaan masyarakat di wilayah perdesaan.

Membangun desa agar kuat dan mandiri memiliki peran yang penting dalam rangka mewujudkan visi Indonesia sebagai "Indonesia Emas" pada tahun 2045.

"Di masa ini, di saat kemerdekaan telah kita raih, barisan perjuangan kita harus tetap rapat, erat, dan terus maju bergerak mengobarkan api smangat untuk bangkit demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," ungkap Doktor Honoris Causa UNY itu saat menjadi Inspektur pada upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-115, di Jakarta (22/5/2023).

Menurut Menteri yang akrab disapa Gus Halim ini, pembangunan desa yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan adalah bagian integral dari perjalanan menuju Indonesia Emas di tahun 2045.

Maka dari itu, Pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya harus bekerja sama untuk mencapai tujuan ini dan memastikan bahwa perkembangan desa mendukung visi dan potensi Indonesia secara keseluruhan.

Selain itu, Gus Halim juga mengungkapkan bahwa hari Kebangkitan Nasional juga harus dimaknai dengan memperingati perjuangan bersama sebagai warga negara yang cinta akan tanah airnya. Menurutnya, Baik di level Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, sektor swasta, Akademisi, Pers, komunitas, dan seluruh elemen bangsa saling bahu membahu berkolaborasi menerapkan nilai-nilai persatuan juga kesatuan dalam mewujudkan kebangkitan bangsa dari berbagai krisis global, baik kesehatan, perekonomian, hingga geopolitik sekalipun.

"Seratus lima belas tahun lalu, bara persatuan Indonesia sebagai negara mulai menyala. Hal ini ditandai dengan meleburnya berbagai gerakan perjuangan yang bersifat kedaerahan menjadi satu barisan yang utuh dengan didirikannya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908," urai mantan Ketua DPRD Jawa Timur itu.

"Kebangkitan Indonesia di tengah krisis dunia juga ditunjukkan melalui kiprah kita di berbagai forum internasional. Dunia telah menyaksikan kepiawaian Indonesia dalam memimpin forum yang beranggotakan 20 negara/entitas regional dengan kekuatan ekonomi terbesar, yakni G20," jelas Gus Halim.

Menurut Gus Halim kebangkitan Indonesia, juga tidak dapat terlepas dari pembangunan desa yang sudah berada di trek yang tepat. Ia bercerita, kendati dalam beberapa tahun Indonesia dilanda pandemi, desa dengan eksistensinya tetap berdiri kokoh dan kuat menghadapi berbagai situasi dan kondisi dunia dunia pada saat itu.

Demi memperkuat keberadaan desa di dunia internasional, Gus Halim pun menginisiasi pembentukan platform jejaring Desa ASEAN atau ASEAN Network Village menghadapi tantangan perdesaan. Menurutnya, adanya Jejaring Desa ASEAN juga bakal mempercepat akses potensi desa, sehingga membuka potensi besar terhadap produk desa menembus pasar regional maupun internasional.

"Selama 3 tahun terakhir, di tengah kekurangan, tantangan, dan masalah yang kita hadapi bersama, barisan perjuangan rakyat Indonesia terbukti tetap erat dalam melaksanakan penanganan pandemi COVID-19 sekaligus untuk memulihkan perekonomian bangsa," pungkasnya.

Dalam upacara tersebut, Gus Halim juga menyerahkan penghargaan kepada Pegawai Teladan untuk bulan Maret dan April 2023.

Turut hadir dalam Upacara itu, Wakil Mendes PDTT Budi Arie Setiadi, Sekjen Taufik Madjid, Pejabat Tinggi Madya dan Pratama serta keluarga besar Kemendes PDTT.

KEYWORD :

Kinerja Menteri Desa Indonesia Emas 2045 Desa ASEAN




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :