Sabtu, 20/04/2024 07:27 WIB

Iran Eksekusi Mati Pemimpin Perdagangan Manusia

Sokhanvari didakwa dengan `korupsi di muka bumi` karena membangun dan mengelola jaringan prostitusi yang luas di tingkat internasional

Penemuan perempuan gantung diri. (Foto : Jurnas/SonguLara).

JAKARTA, Jurnas.com - Iran pada Sabtu (20/5) mengeksekusi seorang pria yang dihukum karena memimpin jaringan perdagangan manusia dan prostitusi, sehari setelah menggantung tiga pria yang terkait dengan protes yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini.

"Menyusul konfirmasi hukuman Shahrouz Sokhanvari, alias Alex, di mahkamah agung, dia digantung pagi ini," kata situs berita pengadilan Mizan Online, seperti dikutip Al Arabiya.

"Sokhanvari didakwa dengan `korupsi di muka bumi` karena membangun dan mengelola jaringan prostitusi yang luas di tingkat internasional, yang telah menarik gadis-gadis Iran dan asing," tambah Mizan.

Pengadilan mengatakan terpidana telah meninggalkan Iran pada 1983, tinggal di negara-negara termasuk India, Malaysia, Uni Emirat Arab, Ukraina, dan Amerika Serikat sebelum pihak berwenang menangkapnya saat berada di luar negeri dan membawanya kembali ke Iran pada tahun 2020.

Itu tidak menyebutkan negara tempat dia ditahan atau proses yang mengarah pada penangkapannya.

Eksekusi Sokhanvari terjadi sehari setelah Iran menggantung tiga pria yang dinyatakan bersalah mengobarkan "perang melawan Tuhan" karena menembak mati tiga anggota pasukan keamanan pada sebuah demonstrasi di pusat kota Isfahan pada 16 November.

Eksekusi hari Jumat mengundang kecaman dari Barat dan kelompok hak asasi manusia yang berbasis di luar republik Islam itu.

Iran menyaksikan gelombang protes nasional setelah kematian Amini yang berusia 22 tahun pada 16 September, seorang Kurdi Iran yang telah ditangkap karena dugaan pelanggaran kode berpakaian republik Islam untuk wanita.

Iran telah mengeksekusi lebih dari 220 orang sejak awal tahun ini, menurut kelompok Hak Asasi Manusia Iran yang berbasis di Norwegia.

Negara itu mengeksekusi lebih banyak orang setiap tahun daripada negara lain kecuali China, menurut kelompok hak asasi manusia termasuk Amnesti Internasional. Setidaknya 582 orang dieksekusi di Iran tahun lalu, jumlah tertinggi sejak 2015.

KEYWORD :

Eksekusi Mati Iran Timur Tengah Prostitusi Penjualan Manusia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :