Selasa, 28/05/2024 05:27 WIB

Airlangga Raih Indeks Cawapres Tertinggi di Survei LSI Denny JA

Indeks Cawapres ini dibuat berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya dan realitas politik. Cawapres dipilih bukan semata faktor elektabilitas. Namun, gabungan lima faktor utama yang kami sebut sebagai indeks cawapres.

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Sembilan bulan menjelang pemilu presiden 2024, isu penting yang menjadi sorotan publik bukan hanya mengenai siapa calon presiden yang akan bertarung, melainkan juga siapa saja tokoh yang akan mungkin menjadi calon RI 2.

Dalam survei terbaru yang dirilis oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada Jumat (19/5), diungkapkan bahwa indeks Calon Wakil Presiden (Cawapres) juga menjadi isu penting dalam temuan survei yang dilakukan oleh LSI Denny JA pada periode 3-14 Mei 2023.

LSI Denny JA merumuskan lima variabel yang menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan Cawapres. Kelima variabel tersebut adalah tambahan elektabilitas, kuasa tiket (ketua umum partai), tokoh dari ormas besar, pengalaman pemerintahan, dan jaringan sumber dana.

“Indeks Cawapres ini dibuat berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya dan realitas politik. Cawapres dipilih bukan semata faktor elektabilitas. Namun, gabungan lima faktor utama yang kami sebut sebagai indeks cawapres,” ungkap peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfarabi dalam konferensi pers di Jakarta.

Ia menjelaskan, dari riset kualitatif dan expert judgement yang dibuat LSI Denny JA, setiap nama dari delapan cawapres dinilai dari kelima variabel tersebut. Delapan nama cawapres yang diuji adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Airlangga Hartarto, Erick Thohir, Khofifah Indar Parawansa, Mahfud MD, Muhaimin Iskandar, Said Aqil Siradj, dan Sandiaga Uno.

“Hasilnya tak ada satupun cawapres ideal yang memenuhi kelima variabel yang harus dipenuhi Cawapres. Dan tak ada satupun Cawapres yang menambah elektabilitas signifikan bagi Capres,” terangnya.

Menurut survei LSI Denny JA, dari kedelapan nama tersebut, Airlangga Hartarto adalah cawapres dengan indeks tertinggi karena memenuhi paling banyak tiga variabel, yaitu kuasa tiket (ketum partai), pengalaman pemerintahan, dan jaringan sumber dana.

Di bawah Airlangga Hartarto, ada lima cawapres yang memenuhi dua dari lima variabel, yaitu Sandiaga Uno, Erick Thohir, Mahfud MD, Khofifah Indar Parawansa, dan Muhaimin Iskandar. Sementara, cawapres yang hanya memenuhi satu variabel saja adalah AHY dan Said Aqil Siradj.

“Jika capres diputuskan melalui pertimbangan elektabilitas atau dukungan publik terhadap tokoh itu berdasarkan survei, cawapres sepenuhnya diputuskan berdasarkan kesepakatan segelintir elit partai saja dengan mempertimbangkan empat variabel diatas, selain tambahan elektabilitas,” sambungnya.

Adapun survei terbaru yang dirilis LSI Denny JA dilaksanakan pada periode 3-14 Mei 2023 dengan metodologi multi-stage random sampling. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka (face to face interview) dengan menggunakan kuesioner kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia dengan margin of error sebesar 2,9 persen.

Selain survei dengan metode kuantitatif, LSI Denny JA juga memperkaya informasi dan analisa dengan metode kualitatif, seperti analisis media, in-depth interview, dan focus group discussion.

 

KEYWORD :

Survei LSI Denny JA Cawapres Airlangga Hartarto Golkar Pemilu 2024




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :