Kamis, 18/04/2024 20:22 WIB

Raker soal Haji dengan Menag, HNW Apresiasi Penambahan Kuota dan Prioritaskan Lansia

Raker di Komisi VIII DPR soal Haji dengan Menag, HNW Apresiasi Penambahan Kuota dan Prioritaskan Lansia

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid. (Foto: Humas MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota DPR-RI Komisi VIII dari Fraksi PKS yang antara lain membidangi urusan agama, Hidayat Nur Wahid, mengapresiasi penambahan 8000 kuota haji Indonesia tahun 2023/1444H, dan mengusulkan peningkatan tambahan kuota untuk jamaah haji Indonesia tahun-tahun berikutnya. HNW sapaan akrabnya mengingatkan masa tunggu jamaah calon haji dari Indonesia sudah sangat panjang, sehingga dibutuhkan tambahan kuota untuk memangkas masa tunggu tersebut.

“Saya mengapresiasi Kementerian Agama yang menerima dan akan mengeksekusi tambahan 8000 kuota bagi jamaah haji Indonesia tahun ini. Namun berkaca dari tahun lalu seharusnya tambahan kuota tersebut bisa lebih banyak lagi,” disampaikan Hidayat kepada Menteri Agama RI pada Rapat Kerja Komisi VIII DPR-RI, Rabu (17/5).

HNW yang juga wakil Ketua MPR dari Fraksi PKS ini menjelaskan, tahun lalu pihak Kerajaan Saudi memberikan tambahan 10.000 kuota bagi jamaah haji Indonesia. Namun karena keterbatasan waktu, Pemerintah melalui Menteri Agama memutuskan untuk tidak mengambil tambahan kuota tersebut.

Dirinya mendorong agar Menteri Agama menegosiasikan tambahan kuota yang diberikan oleh Kerajaan Saudi di tahun lalu agar bisa diakumulasi untuk kuota haji tahun ini.

“Tahun lalu Indonesia dapat tambahan 10.000, lantas kenapa tahun ini justru turun jadi 8000? Sebaiknya dinegosiasikan agar minimal tambahan yang diberikan sama seperti tahun lalu, atau justru bisa diakumulasi sehingga menjadi 18.000. Tentu ini akan menjadi kabar gembira bagi jamaah haji Indonesia yang masa tunggunya semakin panjang,” sambungnya.

Hidayat mengusulkan, agar tambahan kuota haji Indonesia diprioritaskan untuk jamaah lanjut usia mandiri atau lansia dan para pendampingnya.

Itu merupakan bagian dari keadilan dan upaya untuk mempercepat keberangkatan haji jamaah lansia dan implementasi dari tagline haji tahun ini yakni “ramah lansia berkeadilan”.

“Alhamdulillah usulan saya memprioritaskan lansia tersebut diterima menjadi keputusan rapat sehingga mengikat untuk dilaksanakan oleh Menteri Agama. Semoga semakin banyak jamaah haji lansia bisa berangkat tahun ini dengan aman dan selamat,” ujarnya.

Dirinya mengingatkan, pelaksanaan haji 1444 H ini adalah haji penuh setelah sejak 2020 pelaksanaan haji terkendala karena pandemi covid-19. Oleh karena itu Kemenag harus lebih siap dan amanah dalam pengelolaan haji dan pelayanan calon jemaah haji secara penuh tahun ini.

Adapun untuk usulan Kemenag soal tambahan biaya akibat adanya penambahan kuota haji, maka dirinya dan Fraksi PKS menyetujui selama sesuai dengan keputusan awal yang sudah disepakati antara Komisi VIII dengan Kementerian Agama.

“Semoga dengan beragam kondisi yakni kuota penuh, hadirnya kuota tambahan, dan prioritas bagi lansia, penyelenggaraan haji tahun ini khususnya bagi jamaah Indonesia bisa terlaksana secara optimal dengan nilai ibadah yang maksimal. Sehingga berkah keberangkatan haji dan hasilnya sebagai haji mabrur juga bisa meluber hingga sampai kepada bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai,” pungkasnya.

KEYWORD :

Kinerja MPR Hidayat Nur Wahid Haji Kuota Lansia Kemenag




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :