Selasa, 28/05/2024 22:51 WIB

PBB: Pengakuan Taliban Bukan Fokus Pertemuan Afghanistan

Taliban merebut kekuasaan pada Agustus 2021 ketika pasukan pimpinan Amerika Serikat (AS) mundur setelah perang selama 20 tahun.

Sekjen PBB Antonio Guterres (Foto: Financial Tribune)

JAKARTA, Jurnas.com - Pertemuan yang diadakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Afghanistan bulan depan tidak akan fokus pada kemungkinan pengakuan internasional atas pemerintahan Taliban.

Seperti diketahui, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres akan menjadi tuan rumah pertemuan tertutup di Doha pada 1-2 Mei dari utusan khusus di Afghanistan dari berbagai negara.

"Konferensi Doha pada 1 dan 2 Mei tidak berfokus pada pengakuan dan kami tidak ingin ada kebingungan mengenai itu," kata wakil juru bicara PBB, Farhan Haq. "Tujuan diskusi adalah untuk membangun konsensus yang lebih terpadu tentang tantangan yang dihadapi."

Taliban merebut kekuasaan pada Agustus 2021 ketika pasukan pimpinan Amerika Serikat (AS) mundur setelah perang selama 20 tahun.

Pada Desember, Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang menyetujui penundaan, untuk kedua kalinya, keputusan apakah akan mengakui pemerintahan Taliban Afghanistan dengan mengizinkan mereka mengirim duta besar PBB ke New York.

Awal bulan ini Taliban mulai memberlakukan larangan perempuan Afghanistan bekerja untuk PBB setelah menghentikan sebagian besar perempuan bekerja untuk kelompok bantuan kemanusiaan pada Desember.

Sejak menggulingkan pemerintah yang didukung Barat, mereka juga memperketat kontrol atas akses perempuan ke kehidupan publik, termasuk melarang perempuan masuk universitas dan menutup sebagian besar sekolah menengah perempuan.

Taliban mengatakan mereka menghormati hak-hak perempuan sesuai dengan interpretasinya yang ketat terhadap hukum Islam.

Sumber: Reuters

KEYWORD :

Pengakuan Taliban Sekjen PBB Perempuan Afghanistan Antonio Guterres




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :