Senin, 27/05/2024 00:48 WIB

BNPT Telusuri Keterlibatan WNI Yang Dideportasi Turki

Kepala BNPT mengatakan, sejauh ini diketahui mereka yang dideportasi oleh otoritas pemerintah Turki ada sebanyak 75 WNI.

Topi tentara yang menjadi korban pertempuran ISIS dan Irak

Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH bersama Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menemui 75 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Turki. Mereka terindikasi dalam kelompok radikal Islamic State of Iraq Syriah (ISIS).

Pertemuan berlangsung  di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Kemensos, Cipayung, Jakarta, Senin (6/2/2017) petang kemarin.  “Ada sebanyak 75 orang, 41 orang dewasa dan 34 diantaranya tergolong masih anak-anak yang dibawa oleh orangtuanya kesana (Suriah). Diantaranya ada yang sudah tinggal selama 11 bulan, bahkan ada yang 1 tahun," kata Kepala BNPT Suhardi Alius di kantor perwailan BNPT di salah satu Gedung Kementerian, Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Lebih lanjut Kepala BNPT mengatakan, sejauh ini diketahui mereka yang dideportasi oleh otoritas pemerintah Turki ada sebanyak 75 WNI.  serta otoritas pemerintah Singapura sebanyak 2 WNI dan satu WNI berasal dideportasi oleh Pemerintah Jepang. "Saat itu mereka masih di Turki, belum berada di Suriah. Karena oleh pemerintah (setempat) kita tidak boleh masuk ke sana (Suriah),” ujarnya.

Untuk selanjutnya, kata Suhardi,  akan mendalami lebih lanjut mengenai alasan para WNI tersebut yang berkeinginan untuk masuk ke Suriah, apalagi negara tersebut sampai saat ini masih dilanda konflik,. Yang pasti menurutnya, kepindahan tersebut lebih karena masalah ideologi yang mereka anut.

“Kami masih akan terus mendalami alasan lain kepindahan mereka kesana, mengapa mereka memaksa untuk masuk ke negara Suriah, apakah mereka benar terlibat atau tidak (dengan kelompok radikal). Yang pasti alasan dasar kepergian mereka ke Suriah lebih karena keinginan untuk berhijrah. Tentunya ini masalah ideologi. Mindset yang berbeda,” ujar Suhardi dalam rilisnya kepada Jurnas.com

Dikatakan mantan Kabareskrim Polri ini, di antara para WNI yang dideportasi tersebut juga terdapat keluarga Triyono yang merupakan mantan pegawai Kementerian Keuangan yang dideportasi oleh Pemerintah Turki beberapa waktu lalu.

"Terkait penanganan para WNI yang dideportasi itu, saya berterimakasih kepada Kementerian Sosial yang sudah melayani keluarga yang ditampung di RPSA Bambu Apus Cipayung Jakarta Timur ini. Seperti program kita bahwa kami menggandeng 25 Kementerian atau Lembaga dalam penanganan kasus terorisme, termasuk salah satunya dengan Kementerian Sosial ini,” ujar mantan Sekretaris Utama (Sestama) Lemhanas RI ini.

Seperti diketahui, saat ini, sebanyak 75 WNI tersebut ditampung di RPSA Bambu Apus, Jakarta Timur. Selama di Bambu Apus mereka mendapatkan layanan trauma healing dan trauma counseling, terutama kepada anak-anak sebelum nantinya mereka kembali ke daerah masing-masing.

Mayoritas WNI yang dideportasi berasal dari wilayah Jawa Timur dan umumnya berpendidikan tinggi. Rata-rata antara satu dengan yang lainnya masih memiliki hubungan saudara, namun ada juga yang karena diajak oleh temannya.

KEYWORD :

BNPT ISIS Turki




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :