Jum'at, 12/04/2024 17:43 WIB

Buktikan Stok Dalam Negeri Aman, Mentan Syahrul Panen Padi di Cileungsi

Mantan gubernur dua periode Sulawesi Selatan ini menjelaskan bahwa hamparan yang dipanen hari ini mewakili 11,930 hektare yang akan dipanen pada Februari di Kabupaten Bogor.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo melakukan panen padi seluas 25 hektare dengan produksi 6-7 ton per hektare di Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. (Foto: Supianto/Jurnas.com).

JAKARTA, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo kembali menegaskan bahwa stok beras dalam negeri melimpah. Untuk itu, tidak perlu mendatangkan kebutuhan pokok tersebut dari negara tetangga.

Penegasan itu disampaikan saat melakukan panen padi seluas 25 hektare dengan produksi 6-7 ton per hektare di Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (6/2).

"Walaupun hanya 25 hektare, minimal ini menjadi pesan bagi orang-orang bahwa jangan suka impor-impor (beras) karena beras ini sudah panen," tutur Mentan Syahrul.

Mantan gubernur dua periode Sulawesi Selatan ini menjelaskan bahwa hamparan yang dipanen hari ini mewakili 11,930 hektare yang akan dipanen pada Februari di Kabupaten Bogor.

"Panen hari ini akan menjadi bagian bahwa seluruh Indonesia saat ini akan panen di sekitar 1,9 juta hektare. Kalau dirata rata 5-6 per hektare berarti ada kurang lebih setara beras 7 juta ton. Itu baru Februari. Puncak panen ada di Maret dan April," tutur dia.

Sebagai upaya untuk memastikan panan Februari ini diserap secara maksimal, Mentan Syahrul juga pada kesempatan ini langsung meninjau penggilingan padi yang tidak jauh dari lokasi panen padi.

Sementa itu, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Tatang Mulyadi dalam sambutannya mengatakan bahwa luas panen padi di Kabupaten Bogor pada bulan Februari 2023 sebesar 11,930 hektare.

Adapun Kecamatan Cileungsi sendiri, lanjut dia, memiliki luas lahan 736,6 hektare dengan luas padi yang akan dipanen pada bulan Februari seluas 186 hektare.

"Meningkatnya hasil produksi pertanian juga diduga oleh peran penting serta peranan penyuluh. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya menghimbau kepada seluruh penyuluh pertanian agar terus meningkatkan pembinaan dan bimbingan kepada kelompok tani," ucap dia.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya, Haji Abdullah mengatakan, hasil produksinya selama ini langsung diserap oleh penggilingan. "Yang beli di sini adalah tengkulak, yang punya penggilingan. Jadi penyerap utamanya adalah penggilingan," ucap dia.

Tahun ini, dia mengaku senang karena bisa menikmati hasil panennya dengan harga yang cukup memuaskan. Bahkan harga gabah tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

"Untuk sekarang memang lagi bagus harganya. Bahkan kemarin waktu saya habis panen ada yang nawar Rp 500 ribu per kuintal. Memang harganya tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya," ungkap dia.

Biasanya, kata dia, harga gabah diawal tahun hanya dikisaran 350-400 ribu per kuintal. "Alhamdulillah tahun ini memang harga gabah basah Rp 500 ribu dan keringnya lebih Rp 500 ribu per kuintal," tutur dia.

Petani sendiri, lanjut dia, kebanyakan memilih untuk menyimpan hasil produksinya saat harga lagi murah. "Nah, kalau tahun ini agak mahal. Jadi, ada yang langsung dijual karena memang harganya agak mahal," imbuh dia.

KEYWORD :

Panen Padi Cileungsi Impor Beras Syahrul Yasin Limpo




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :