Rabu, 08/02/2023 20:25 WIB

Bantu Ukraina Lawan Invasi Rusia, AS dan Jerman akan Kirim Sejumlah Tank

Keputusan AS mengirimkan tank M1 Abrams membantu memecahkan kebuntuan diplomatik dengan Jerman tentang cara terbaik membantu Kyiv dalam perangnya dengan Rusia.

Anggota militer berjalan di atas tank, saat Jerman mengirimkan tank Leopard pertamanya ke Slovakia sebagai bagian dari kesepakatan setelah Slovakia menyumbangkan kendaraan tempur ke Ukraina, di Bratislava, Slovakia, pada 19 Desember 2022. (Foto: REUTERS/Radovan Stoklasa)

JAKARTA, Jurnas.com - Amerika Serikat (AS) mengatakan, pihaknya akan memasok Ukraina 31 tank tempur tercanggihnya. Langkah itu tak lama setelah Jerman memutuskan akan mengirim tank berat ke Kyiv.

Keputusan AS mengirimkan tank M1 Abrams membantu memecahkan kebuntuan diplomatik dengan Jerman tentang cara terbaik membantu Kyiv dalam perangnya dengan Rusia, yang beberapa jam sebelumnya mengutuk keputusan Berlin untuk menyediakan tank Leopard 2 sebagai provokasi berbahaya.

Washington telah mewaspadai gagasan untuk mengerahkan Abrams yang sulit dirawat tetapi harus mengubah taktik untuk membujuk Jerman agar mengirim tank Leopard 2 yang lebih mudah dioperasikan ke Ukraina.

Presiden Joe Biden mengumumkan keputusan AS dalam sambutannya di Gedung Putih, dengan mengatakan bahwa tank-tank itu diperlukan untuk membantu Ukraina "meningkatkan kemampuan mereka untuk bermanuver di medan terbuka".

Biden berterima kasih kepada Jerman atas langkahnya dan mendaftarkan perangkat keras militer lebih lanjut yang disuplai oleh sekutu NATO dan negara Eropa lainnya. "Jerman benar-benar meningkat," kata dia.

"Harapan dari pihak Rusia adalah kita akan bubar," kata Biden tentang AS dan sekutu Eropa. "Tapi kita sepenuhnya, sepenuhnya, dan sepenuhnya bersatu."

Kyiv telah menyerukan selama berbulan-bulan untuk tank tempur utama Barat yang akan memberi pasukannya daya tembak, perlindungan, dan mobilitas yang lebih besar untuk menerobos garis depan yang statis dan berpotensi merebut kembali wilayah yang diduduki di timur dan selatan.

Pejabat senior administrasi Biden mengatakan akan memakan waktu beberapa bulan untuk pengiriman Abrams dan menggambarkan langkah tersebut sebagai penyediaan pertahanan jangka panjang Ukraina.

"Tidak ada ancaman ofensif terhadap Rusia (sendiri)," kata Biden. Moskow semakin menganggap perang itu sebagai pertarungan berbahaya antara Rusia dan aliansi NATO pimpinan AS.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy memuji keputusan Washington pada tank Abrams dan berterima kasih kepada Scholz untuk tank Leopard. "Hari ini dunia bebas bersatu lebih dari sebelumnya untuk tujuan bersama," kicau dia.

Kepala administrasi kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, memuji pengumuman tank tersebut sebagai hari bersejarah yang akan membantu menentukan kemenangan di masa depan. "Pokoknya ini baru permulaan. Kami butuh ratusan tank," kata dalam unggahan di Telegram.

Sumber: Reuters

TAGS : Perang Rusia Ukraina Amerika Serikat Jerman Tank Leopard 2 M1 Abrams




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :