Kamis, 02/02/2023 09:09 WIB

Menguat Jadi Cawapres, Erick Thohir Punya 4 Basis Massa Pemilih di Pilpres 2024

Sejak awal nama Erick Thohir memang sudah masuk dalam radar survei sebagai salah satu kandidat Cawapres potensial. Erick punya keunggulan komparatif yang bisa dijadikan nilai jual dibandingkan kandidat lain.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memiliki daya tarik tinggi sebagai salah satu figur terkuat di Pilpres 2024. Hal itu tercermin dari hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia. Survei tersebut menyebutkan bahwa kans Erick Thohir untuk bertarung di Pilpres 2024 sebagai Cawapres terus menguat.

Menurut data Indikator, tren elektabilitas Erick meningkat dari 8,5 persen pada riset Juni 2022. Dalam simulasi 18 nama, sebanyak 9,6 persen responden menginginkan Erick Thohir sebagai cawapres.

Selain itu, mantan bos Inter Milan itu juga disebut memiliki 4 basis massa yang menjadi pemilih Erick di Pilpres 2024, yakni pemilih kota, anak muda, NU (Nahdlatul Ulama) dan non muslim.

Direktur Executive Partner Politik Indonesia, AB Solissa mengatakan, nama Erick Thohir sejak awal sudah masuk dalam radar survei beberapa lembaga survei politik. Namun, tokoh nasional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) itu lebih dijagokan sebagai Cawapres yang potensial jika dibandingkan dengan calon lainnya.

“Sejak awal nama Erick Thohir memang sudah masuk dalam radar survei sebagai salah satu kandidat Cawapres potensial. Erick punya keunggulan komparatif yang bisa dijadikan nilai jual dibandingkan kandidat lain,” kata Solissa saat dihubungi, Sabtu (3/12).

Menurut Solissa, Erick Thohir punya catatan manis saat menangani Kementerian BUMN dimana dia berhasil membuat perubahan besar bagi Kementerian BUMN. Keberhasilan ini, kata Solissa membuat masyarakat simpati kepadanya sebagai figur yang layak memimpin Indonesia ke depan.

“Selain punya track record dan reputasi memimpin di BUMN, Erick juga dianggap punya basis elektoral yang kuat yang tersebar dikalangan milenial, pemilih kota, Nahdatul Ulama (NU) plus basis suara di kantong-kantong pemilih non muslim yang memiliki preferensi politik cukup besar buat Erick. Ini berkat prestasinya selama ini,” ujarnya.

Dikatakan Solissa, dalam temuan survei bahwa tren Erick Thohir meningkat dari 8,5 persen menjadi 9,6 persen pada riset Juni 2022 sangatlah masuk akal, karena sebaran pemilih Erick Thohir sangat beragam, baik dari kelompok Islam tradisional, hingga generasi milenial yang menjadi salah satu pemilih terbanyak di 2024 nanti.

“Hasil survei ini menurut saya cukup kapabel memotret tingkat dukungan publik dan peta sebaran dukungan Erick di berbagai segmen pemilih, yang menurut saya sangat potensial untuk kepentingan elektoral di Pilpres 2024,” ucapnya.

Lebih lanjut, peneliti senior Center for Indonesian Domestic and Foreign Policy Studies (Centris) ini mengatakan, di tengah kompetisi Pilpres yang demikian kompetitif posisi Cawapres sangat penting, hingga kandidat Capres harus benar-benar memilih figur yang miliki basis pendukung yang jelas. Dan hal itu ada pada Erick Thohir saat ini.

“Peran Cawapres sangalah penting sebagai variabel komplementer yang dapat menopang peluang kemenangan calon Presiden, dan Erick Thohir punya kriteria itu dibandingkan kandidat Cawapres yang lain,” akuinya.

Lanjut Solissa, keunggulan lain dari sosok Erick Thohir adalah memiliki jaringan komunikasi yang cukup bagus, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Keunggulan ini membuat Erick Thohir berbeda dari figur Cawapres lainnya.

“Hal lain yang membuat Erick layak didorong adalah, ia punya jejaring komunikasi lintas negara yang memungkinkan Indonesia kedepan bisa membangun hubungan bilateral maupun multilateral dengan negara manapun, dan diharapkan bisa berkontribusi terhadap pembangunan bangsa dan negara,” jelasnya.

 

TAGS : Menteri BUMN Erick Thohir Cawapres survei elektabilitas Indikator Politik Indonesia




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :