Kamis, 02/02/2023 10:03 WIB

Direspons Positif, SMK PK Skema Pemadanan Dukungan Kembali Dibuka

Direspons Positif, SMK PK Skema Pemadanan Dukungan Kembali Dibuka

Plt Sesditjen Pendidikan Vokasi, Saryadi (tengah) saat melakukan diskusi media (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) kembali membuka program SMK Pusat Keunggulan (PK) Skema Pemadanan Dukungan (SPD) tahun depan. Pendaftaran dibuka sejak 17 November 2022 hingga 15 Januari 2023 mendatang.

Program SMK PK SPD merupakan mekanisme pengembangan SMK PK yang berbasis kemitraan dan penyelarasan dengan partisipasi dari dunia usaha dunia industri (DUDI), yang didukung oleh pendanaan dari APBN dan investasi DUDI. Diharapkan, terjalin kemitraan yang lebih terukur antara DUDI dan SMK.

"Sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki pendidikan vokasi dapat menguatkan daya saing ekonomi bangsa. Pada tahun 2022, program SMK PK SPD telah berhasil menggandeng total 349 industri dan 373 SMK dengan komitmen investasi sebesar Rp439,25 miliar," kata Plt. Sesditjen  Pendidikan Vokasi, Saryadi kepada awak media pada Jumat (2/12) di Jakarta.

Adapun sasaran program SMK PK SPD ini ialah SMK, SMK Pusat Keunggulan, perguruan tinggi, DUDI, pemerintah daerah, dan masyarakat penyelenggara pendidikan. Dukungan pemda, lanjut Saryadi, dibutuhkan dalam program ini lantaran berperan dalam mendukung kemajuan SMK di daerahnya.

"Intervensi SMK kalau hanya satu atau dua sumber dari industri tidak cukup. Dari pemda ada berbagai skema. Karena itu kami harap pemda berkontribusi dalam mengusulkan," imbuh Saryadi.

Penyelenggaraan SMK PK SPD mendapatkan respons positif dari industri. PT Tera Data Indonusa (Axioo) mengungkapkan bahwa program ini dapat memangkas biaya pelatihan bagi karyawan baru, karena bisa mendapatkan SDM dari SMK yang sudah terampil.

"Program ini sangat bermanfaat sekali, di tahun 2021-2022 ada 1.000 siswa yang mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tempat kami. Kemudian adanya kebijakan Super Tax Deduction (STD) dari juga sangat menguntungkan kami. Efek sosial pun kita rasakan dengan diberikan kemudahan dalam pencarian SDM," terang Director Axioo Class Program PT Tera Data Indonusa, Timmy Theopelus.

Sementara itu, Konsorsium Pengusaha Peduli Vokasi yang diwakili Primadi Serad menuturkan bahwa kepedulian industri terhadap SMK, karena para pengusaha meyakini vokasi menjadi salah satu jalan agar pendapatan masyarakat meningkat.

Oleh karena itu, konsorsium yang di antaranya terdiri dari Sinar Mas, Barito, Agung Sedayu, Garudafood, dan Astra itu sudah menyiapkan Rp50 miliar untuk pendanaan tahun 2022 hingga 2023 nanti.

"Kita mempunyai misi agar lulusan SMK memiliki penghasilan di atas Upah Minimum Regional (UMR). Yang kami lakukan adalah melakukan penyesuaian kurikulumnya dengan industri. Kemudian kami latih guru-gurunya hingga mampu mengajar sesuai kurikulum yang kami kehendaki. Baru kemudian kita membantu pada bidang infrastrukturnya hingga teaching factory," kata Primadi.

SMK Jaya Buana merupakan salah satu SMK yang telah menjalan program SMK PK SPD. Kepala Sekolah SMK Jaya Buana, Aan Angsori mengatakan, program ini menjadikan peserta didiknya lebih siap menyongsong dunia kerja.

"Sebelum ada program SMK PK SPD, kami hanya menggunakan Kurikulum Merdeka saja. Namun setelah dipadankan dengan industri, pihaknya kini memiliki sistem bernama Super Power Blok, di mana dalam satu minggu terdapat materi pelajaran yang didampingi langsung oleh industri," tutup Aan.

TAGS : SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan Dukungan Ditjen Vokasi Saryadi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :