Sabtu, 03/12/2022 19:08 WIB

NFA Dorong Program Subsidi Kedelai Bagi Pengrajin Tahu dan Tempe Direalisasikan

NFA dorong program subsidi kedelai bagi pengrajin tahu dan tempe direalisasikan.

Varietas kedelai, devon-1. (Foto: Balitbangtan)

JAKARTA, Jurnas.com - Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) mendorong kembali dijalankannya program Bantuan Penggantian Selisih Harga Pembelian Kedelai untuk Pengrajin Tahu dan Tempe. Hal tersebut untuk membantu para pengrajin tahu dan tempe agar tetap berproduksi di tengah lonjakan harga komoditas kedelai saat ini.

Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi mengatakan, program ini sangat penting dan strategis untuk menjaga produktivitas dan keberlangsungan usaha pengrajin. Melalui bantuan penggantian selisih harga tersebut pengrajin tahu dan tempe akan memperoleh subsidi Rp 1.000 untuk setiap kg pembelian kedelai.

Menurut Arief, usulan untuk melanjutkan kembali program Bantuan Penggantian Selisih Harga Pembelian Kedelai untuk Pengrajin Tahu dan Tempe tersebut telah disepakati dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Perekonomian dan akan dijalankan sampai dengan 31 Desember 2022.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN terkait pelaksanan program ini, agar program subsidi dapat segera dijalankan. Untuk surat penugasan permohonan telah kami layangkan ke Menteri Perdagangan. Persetujuan dari dua kementerian tersebut sangat penting, mengingat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) berada di Kementerian Perdagangan dan program ini akan dilaksanakan melalui penugasan BUMN Pangan, yaitu Perum Bulog," kata Arief dalam keterangannya diterima di Jakarta, Sabtu, (01/10).

Ia menjelaskan program subsidi pembelian kedelai ini telah dilaksanakan sejak bulan April sampai dengan Juli 2022 dalam empat tahap pelaksanaan, dengan realisasi penyaluran kedelai yang terus meningkat di setiap tahapannya.

Pada tahap awal pelaksanaan, tahap I (April 2022) realisasi penyaluran kedelai mencapai 12.256 ton, Tahap II (Mei 2022) meningkat menjadi 16.472 ton, Tahap III (Juni 2022) menyentuh 23.146 ton, dan Tahap IV (Juli 2022) kembali meningkat menjadi 28.417 ton.

"Dalam 4 bulan pelaksanaan, program ini telah menyalurkan sebanyak 80.292 ton kedelai kepada pengrajin tahu dan tempe yang tersebar di 16 provinsi. Hal tersebut menunjukan tingginya kontribusi program ini terhadap perputaran sektor usaha tahu dan tempe," ungkapnya.

Arief meyakini, program bantuan penggantian selisih harga pembelian kedelai ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi para pengrajin tahu dan tempe, yaitu terkait dengan tingginya harga komoditas kedelai. Program ini juga sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terjadap UMKM pengrajin tahu dan tempe.

"Pemberian subsidi pangan adalah bagian dari intervensi pemerintah menjaga ketahanan pangan. Namun demikian, kita tidak bisa seterusnya juga bergantung pada subsidi, maka dari itu, NFA telah menyiapkan skema tata kelola kedelai nasional, salah satunya melalui harga acuan pembelian kedelai lokal," paparnya.

Menurutnya, penetapan harga acuan kedelai tersebut akan mampu memacu petani untuk lebih semangat bertanam, sehingga dapat meningkatkan produksi dalam negeri.

"Kisaran harga acuan kedelai sekitar 10 ribu rupiah per kilogram. Harga di kisaran tersebut harus dapat memberikan keuntungan bagi petani. Namun demikian, penetapan harga tersebut harus beriringan dengan peningkatan produktivitas kedelai yang dihasilkan," ujarnya.

Ia menyampaikan, pembenahan tata kelola kedelai tersebut sesuai dengan arahan Presiden RI dalam Rapat Terbatas (Ratas) Peningkatan Produktivitas Kedelai. Persiden berpesan agar ketersediaan dan stabilitas harga kedelai menjadi prioritas.

“Kami menangkap semua aspirasi para pengrajin tahu dan tempe yang saat ini tengah mengalami kesulitan, untuk itu kami mohon dukungan dan doanya dari seluruh mitra pengrajin agar tahapan dan proses implementasi program subsidi pembelian kedelai ini dapat segera dijalankan kembali,” ujarnya.

Berdasarkan data Panel Harga Pangan NFA, per tanggal 29 September 2022 rata-rata nasional harga kedelai di tingkat produsen berada di Rp 9.780 per kg, sementara rata-rata nasional harga kedelai di tingkat konsumen Rp 13.998 per kg.

Apabila dibandingkan dengan harga rata-rata nasional per tanggal 26 September 2022 lalu, harga kedelai di tingkat produsen mengalami penurunan dari yang sebelumnya di posisi Rp 9.860 per kg. Sedangkan, harga rata-rata kedelai di tingkat konsumen mengalami kenaikan dibandingkan dibandingkan sebelumnya Rp 13.991 per kg.

Sementara berdasarkan Prognosa Neraca Pangan Nasional, stok kedelai Indonesia sampai dengan Desember 2022 surplus 250 ribu ton. Angka tersebut setelah memasukan rencana importasi..

TAGS : Pengrajin Tahu dan Tempe Subsidi Kedelai Arief Prasetyo Adi Badan Pangan Nasional




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :