Jum'at, 03/02/2023 19:53 WIB

Kementan Dorong Penyuluh Pertanian Manfaatkan IoT

Sektor pertanian sedang memasuki era baru yang memiliki pendekatan berbasis online dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi dalam acara Ngobrol Asyik (Ngobras) di AOR Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Selasa, Jakarta (6/9). (Foto: Kementan)

Jakarta, Jurnas.com - Penyuluh pertanian di era pertanian 4.0 atau era digitalisasi pertanian harus mempunyai kemampuan di bidang teknologi informasi. Karena itu, penyuluh pertanian harus mampu menguasai teknologi informasi (IT).

Hal ini dibahas pada agenda Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 36 bertemakan penyuluh pertanian di era 4.0 diadakan di AOR Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Selasa, Jakarta (6/9).

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, saat ini sektor pertanian sedang memasuki era baru yang memiliki pendekatan berbasis online dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

"Segala sektor telah menggunakan teknologi. Begitu juga dengan pertanian. Oleh karena itu, kita harus siapkan semua sumber daya manusia agar melek teknologi," ujar Mentan Syahrul.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi pada arahannya kegiatan Ngobras ini mengajak para penyuluh memanfaatkan Internet of Things (IoT) dalam proses penyuluhan pertanian. Menurutnya, saat ini bukan saatnya lagi penyuluhan pertanian hanya dengan melakukan lakususi.

"Fungsi penyuluhan itu adalah mengajak dan mendampingi petani agar mau dan mampu mengaplikasikan teknologi untuk menggenjot produktifitas pangan lokal dan untuk sama-sama menghindari krisis pangan global," jelas Dedi.

Narasumber Ngobras, Dike Cidrasari yang merupakan penyuluh pertanian berprestasi kabupaten Lebak, provinsi Banten mengatakan telah memanfaatkan IoT dalam melaksanakan tupoksi penyuluh pertanian.

"Tujuan IoT bagi penyuluh pertanian diantaranya mempermudah akses pemasaran hasil pertanian, mempermudah dan mempercepat akses informasi yang kita butuhkan, mempermudah proses komunikasi yang tidak terhalang waktu dan tempat, mempermudah dan mempercepat penyampaian atau penyebaran informasi," jelas Dike.

Lebih lanjut, Dike mengatakan, IoT merupakan perwujudan dari sebuah sistem yang bertujuan mempermudah pekerjaan manusia dengan mengikuti kemajuan perkembangan teknologi dunia.

Manfaat TIK bagi Penyuluh Pertanian yaitu sebagai media informasi bagi para petani, meningkatkan komoditas pertanian, memudahkan untuk berkomunikasi, mempermudah dalam pemasaran hasil pertanian.

"Sedangkan untuk sumber-sumber materi bisa didapatkan di youtube pertanian, Instansi pemerintah, Penyuluh Pertanian, Pengalaman petani, atau Sumber lain," imbuh Dike.

TAGS : Kementan Syahrul Yasin Limpo Dedi Nursyamsi IoT Teknologi Informasi Penyuluh




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :