Sabtu, 03/12/2022 18:27 WIB

900 Pelaku Budaya Bakal Meriahkan Festival Indonesia Bertutur

900 Pelaku Budaya Bakal Meriahkan Festival Indonesia Bertutur

Taklimat media Festival Indonesia Bertutur 2022 (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) akan menggelar Festival Indonesia Bertutur, sebagai sarana menjaga budaya berkelanjutan dan cagar budaya sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Festival Indonesia Bertutur 2022 akan diselenggarakan di Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 7—11 September 2022 mendatang, dengan melibatkan sekitar 900 pelaku budaya dan menampilkan lebih dari 100 karya.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek, Hilmar Farid merancang festival ini sebagai kegiatan dua tahunan, agar dapat memfasilitasi para pelaku budaya sekaligus memperluas akses publik atas warisan budaya yang dimiliki Indonesia.

"Dengan perkembangan teknologi, terutama di bidang media, kami ingin mendorong pemanfaatan teknologi agar publik memiliki akses yang semakin besar terhadap warisan budaya yang kita miliki dan dapat memanfaatkan warisan budaya tersebut sebagai sumber ilmu pengetahuan," ujar Hilmar Farid, di Jakarta pada Rabu (31/8).

Selain itu, Hilmar berharap festival ini dapat memicu kreativitas para seniman, utamanya seniman muda, sehingga ekosistem kreasi konten di Indonesia semakin maju dan semakin banyak konten yang memperkenalkan budaya Indonesia.

Penyelenggaraan Indonesia Bertutur 2022 semakin istimewa karena bertepatan dengan presidensi Indonesia di G20, sehingga kegiatan ini menjadi mata acara kegiatan G20 bidang kebudayaan.

Mengusung tema `Mengalami Masa Lalu, Menumbuhkan Masa Depan`, Festival Indonesia Bertutur 2022 akan menampilkan 20 cagar budaya sebagai materi yang dipilih para pelaku budaya dalam karya mereka.

Cagar budaya tersebut adalah Sangiran, Liang Bua, Leang-Leang, Gugus Misool (Raja Ampat), Sangkulirang, Lore Lindu, Kutai, Tarumanegara, Kompleks Candi Dieng, Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Prambanan, Candi Gunung Kawi, Muara Takus, Muaro Jambi, Candi Jago, Candi Singosari, Trowulan, dan Candi Bahal.

"Indonesia Bertutur 2022 bertujuan untuk menawarkan keterbukaan cara berpikir dan bertindak, sekaligus mengutamakan pencapaian tujuan penciptaan karya seni yang ditujukan untuk kemaslahatan kehidupan masyarakat," terang Direktur Artistik Indonesia Bertutur 2022, Melati Suryodarmo.

Dengan waktu tersisa kurang dari satu pekan, persiapan Indonesia Bertutur 2022 sudah memasuki tahap akhir. Direktur Perfilman, Musik, dan Media (PMM), Ahmad Mahendra menjanjikan festival ini akan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para penampil dan juga pengunjung.

"Saya berharap Indonesia Bertutur bisa menjadi sumber edukasi, inspirasi dan pengalaman baru bagi masyarakat khususnya generasi muda untuk melihat bagaimana teknologi dan budaya tidak terpisahkan dan seharusnya berjalan beriringan dalam banyak ragam eksplorasi agar bisa tetap relevan dalam cara penyampaian sesuai perkembangan zaman," tutur Direktur PMM.

Digelarnya Indonesia Bertutur bisa menjadi sumber edukasi, pengalaman dan inspirasi bagi masyarakat khususnya generasi muda untuk ikut melestarikan warisan seni dan budaya Indonesia. Pengunjung diharapkan mendapatkan berbagai pengalaman menarik di Indonesia Bertutur tanpa dipungut biaya.

Dalam kesempatan ini, Laura Basuki yang menjadi ikon Indonesia Bertutur 2022 menyampaikan apresiasi atas festival ini, karena dapat menjadi ruang berkreasi bagi pelaku budaya di Indonesia. Dengan begitu, akses pubilk terhadap cagar budaya dapat menambah rasa cinta terhadap kebudayaan nasional.

"Saya berterima kasih kepada Kemdikbudristek karena telah memberikan kepercayaan kepada saya sebagai ikon Indonesia Bertutur. Saya berharap festival ini dapat berlangsung secara konsisten sehingga ikut membantu menjaga budaya berkelanjutan," kata Laura.

Laura dianggap tepat sebagai wajah festival karena pencapaian yang didapatkan aktris berbakat ini. Dedikasinya terhadap dunia peran dan kepedulian Laura terhadap keberlanjutan budaya Indonesia menjadikannya sebagai sosok yang tepat untuk menjadi ikon Indonesia Bertutur.

Dalam perjalanan karirnya, Laura Basuki merupakan pemeran utama terbaik dalam film `Tiga Hati, Dua Dunia, Satu Cinta` pada Festival Film Indonesia 2010 dan film Susi Susanti: Love All pada Festival Film Indonesia 2020. Baru-baru ini, Laura mendapatkan penghargaan sebagai pemeran pembantu terbaik dalam film Before, Now and Then (Nana) pada Berlinale Film Festival 2022.

TAGS : Festival Indonesia Bertutur Kemdikbudristek Hilmar Farid




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :