Sabtu, 03/12/2022 18:29 WIB

Fahri Hamzah: Rapat Parlemen Itu Serius, Jangan Main-main!

Istilah `yang terhormat`, penting agar mereka tahu diri. Itulah makna panggilan itu. Rapat Parlemen itu rapat serius, jangan main-main dan banyak bercanda.

Wakil Ketua DPN Partai Gelora, Fahri Hamzah. (Foto: Parlementaria)

Jakarta, Jurnas.com - Baru-baru ini ruangan Komisi III DPR RI dihebohkan dengan suara perempuan misterius yang memanggil `sayang` saat berlangsungnya Rapat Kerja (Raker) komisi hukum DPR RI dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta jajarannya, pada Kamis kemarin (5/8).

Momen tak terduga itu pun menjadi sorotan Wakil Ketua DPR RI 2014-2019, Fahri Hamzah. Dia menekankan, agar Anggota DPR RI membiasakan panggilan yang sudah tertera di dalam Tata Tertib (Tatib).

“Istilah `yang terhormat`, penting agar mereka tahu diri. Itulah makna panggilan itu. Rapat Parlemen itu rapat serius, jangan main-main dan banyak bercanda,” tegasnya kepada wartawan, Jumat (26/8).

Dijelaskan Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora itu, dalam tradisi pemerintahan demokrasi yang benar, mereka yang hadir dalam sidang Dewan akan merasa bahwa seluruh kerja dan pertanggungjawaban mereka akan dibongkar sampai tulang dan isinya.

"Para peserta sidang Dewan harus mempersiapkan diri dengan baik apapun yang akan dibahas. Sebaliknya, para anggota Dewan yang akan hadir di ruang sidang sudah dipenuhi oleh hasil riset dari pusat riset parlemen yang ada untuk membongkar habis kinerja dari sebuah lembaga negara yang sedang berada di depan mereka sehingga terjawab semua masalah! Demikian seharusnya!” ujarnya.

Selain itu, hal terkait rapat pengawasan Dewan juga tidak luput dari saran Fahri Hamzah berkenaan dengan kinerja Anggota DPR. Dia berharap rapat pengawasan Dewan itu bisa membuat mereka memperbaiki kinerja sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban tugasnya.

“Dewan tidak saja harus serius, tapi harus nampak serius. Di antara keseriusan tersebut yakni pada tata tertib yang sudah mengatur penggunaan kata-kata dalam sidang standar dan formal. Jadi, anggota Parlemen tidak boleh terjebak informalitas seperti panggilan adinda, kakanda, apalagi `sayang`. Semua ini sangat terlarang,” pungkas politisi asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.

TAGS : Warta DPR Komisi III Fahri Hamzah Partai Gelora Kapolri




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :