Kamis, 30/06/2022 13:24 WIB

Sebut Banyak Negara Tumbang, FOA Apresiasi Kinerja Pertanian Indonesia

Sebut banyak negara tumbang, FOA apresiasi kinerja pertanian Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama Perwakilan FAO untuk Indonesia, Rajendra Aryal, dan Bupati Sukoharjo Etik Suryant melakukan Padi IP400 di Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, Rabu 23 Juni 2022. (Foto: Ist)

JAKARTA, Jurnas.com - Kepala Perwakilan Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organizatio/FAO), Rajendra Aryal mengapresiasi capaian kerja yang dilakukan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) selama tiga tahun terakhir.

Menurut Rajendra, Kementan di bawah komando Syahrul Yasin Limpo sukses mempertahankan produktivitas, sehingga Indonesia mampu bertahan dari terpaan krisis global yang melanda seluruh dunia.

"FAO sangat mengapresiasi kepemimpinan Bapak Menteri yang selama ini mengelola sektor pertanian sangat baik walaupun dunia dalam kondisi yang sangat sulit," kata Rajendra saat menghadiri Hari Krida Pertanian (HKP) dan panen padi IP400 di Kabupaten Sukoharjo, Rabu (22/6).

Rajendra mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima FAO, banyak negara di dunia tumbang dan mengalami krisis pangan serta krisis keuangan. Berbeda dengan Indonesia, Kementan mampu mewujudkan ketahanan pangan nasional.

"Dan ini salah satu pencapaian luar biasa, dengan kepemimpinan Bapak Menteri selama pandemi COVID-19 Indonesia mampu keluar dari krisis," katanya.

Meski demikian, Rajendra mengingatkan bahwa saat ini dunia dalam keadaan sakit atau berpotensi mengalami krisis akibat perang di Ukraina bergejolak. Krisis ini yang seharusnya menjadi perhatian bersama.

"Sekarang kita menghadapi kesulitan atau tantangan lain yaitu krisis pangan menghadapi perang Rusia dan Ukrania yang sudah berlangsung beberapa waktu ini. Saya berharap situasi ini jadi perhatian kita bersama," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Rajendra bersama Mentan Syharul juga menggelar panen padi program IP400 di Desa Tegalsari, Kecamatan Waru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kegiatan ini sekaligus memperingati HKP ke-50 yang jatuh pada tanggal 21 Juni 2022 kemarin.

"Hari krida ini harus menambah semangat kita bahwa kita siap menghadapi semua peluang dan kesempatan yang ada. Hari Krida merupakan waktu yang tepat untuk menegukkan tekad dan kemauan kita agar tahun ini pertanian kita lebih baik, lebih maju, mandiri, dan lebih modern lagi," ujarnya.

Sementara itu, Mentan Syahrul mengatakan peringatan HKP yang ke 50 pada tahun 2022 ini sebagai momentun untuk siap menghadapi semua masalah yang ada, menghadirkan peluang dan kesempatan pada sektor pertanian yang makin baik.

"Peringatan HKP yang ke 50 ini kita meneguhkan tekad semangat dan kemauan kita agar tahun ini kita hadapi pertanian yang harus lebih baik, lebih maju lebih Mandiri dan lebih modern lagi," ujarnya.

SYL mengapresiasi gerakan IP400 sebagai cara baru untuk meningktakan produksi pertanian. Karena itu, hadirnya gerakan IP400 ini guna memindahkan paradigma rakyat menjadi sebuah edukasi bahwa 4 kali bertanam dan panen dalam satu tahun itu hal yang sangat pasti.

"Kalau kita tanam cuma 2 kali biasa saja. Kalau tiga kali, kamu boleh diangkat sebagai sesuatu yang terus maju. Tapi kalau 4 kali itu luar biasa itu," tegas SYL, sapaan Mentan Syahrul.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan penerapan pola tanam padi IP400 merupakan salah satu langkah yang tidak hanya meningkatkan produksi atau ketersediaan beras dalam negeri, namun untuk mendukung akselerasi Indonesia mengekspor beras.

Gerakan IP400 bertujuan meningkatkan luas tanam dan produksi untuk ketahanan pangan, penghasilan petani meningkat dan sekaligus sebagai solusi penurunan luas tanam akibat alih fungsi lahan sawah.

"IP400 tentunya sangat mendukung upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan khususnya beras. Disamping stimulan bantuan pemerintah, para petani atau kelompok tani harus bisa mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk budidaya dan hilirisasi atau pengolahan sehingga bisa memberikan nilai tambah," tutur Suwandi.

Perlu diketahui, Gerakan IP400 dilaksanakan pada tahun 2021 seluas 9.834 ha di 23 provinsi dan 98 kabupaten/kota dan pengembangan di tahun 2022 seluas 150.000 ha dilaksanakan di 27 Provinsi dan 169 Kabupaten/Kota.

Pelaksanaan Gerakan IP400 di Kabupaten Sukoharjo sendiri di tahun 2021 seluas 2.088 ha dan tahun 2022 pengembangannya seluas 7.912 ha sehingga total Gerakan IP400 tahun 2022 seluas 10.000 ha yang dilaksanakan di 12 kecamatan, 124 Desa.

TAGS : IP400 Kinerja Pertanian Indonesia Syahrul Yasin Limpo Rajendra Aryal




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :