Sabtu, 02/07/2022 03:02 WIB

PKN STAN Dirikan SDGs Desa Center Pertama di Indonesia

SDGs Desa Center di PKN STAN ini bisa menjadi pusat evaluasi perencanaan dan pelaksanaan SDGs Desa di lapangan.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar dalam Peresmian SDGs Desa Center di Kampus PKN STAN di Tangerang Selatan, Rabu (22/6/2022). (Foto: Humas Kemendes PDTT)

Tangerang Selatan, Jurnas.com – Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN mendirikan SDGs Desa Center pertama di Indonesia. SDGs Desa Center ini akan menjadi pusat penelitian dan pengembangan berbagai metode percepatan pembangunan desa di Indonesia dalam mencapai tujuan sesuai dengan SDGs Desa.

“Kami tentu sangat mengapresiasi keberadaan SDGs Desa Center di kampus PKN STAN ini. Kami berharap dengan adanya SDGs Desa Center ini maka akan kian menguatkan partisipasi dunia akademik dalam mendukung dan mengembangkan desa mencapai tujuan sesuai dengan SDGs Desa,” ujar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar saat bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Peresmian SDGs Desa Center di Kampus PKN STAN di Tangerang Selatan, Rabu (22/6/2022).

Hadir dalam acara tersebut Sekjen Kemendes PDTT Taufik Madjid, Sekjen Kementerian Keuangan Heru Pambudi, Direktur PKN STAN Rahmad Murwanto dan Kepala Badan Pengembangan Informasi Kemendes PDTT Ivanovich Agusta. Selain itu hadir pula sejumlah pejabat pratama dan madya di lingkungan Kemendes PDTT dan Kementerian Keuangan.

Gus Halim-sapaan akrab Abdul Halim Iskandar-menjelaskan SDGs Desa Center di PKN STAN ini bisa menjadi pusat evaluasi perencanaan dan pelaksanaan SDGs Desa di lapangan. Menurutnya SDGs Desa yang menjadi kompas pembangunan desa membuat berbagai indikator yang harus dicapai oleh entitas desa. Oleh karena itu dibutuhkan evaluasi secara akademik sejauh mana proses perencanaan dan pelaksanaan SDGs Desa di lapangan.

“Keterlibatan PKN STAN dalam pendirian SDGS Desa Center ini akan kian memudahkan bagaimana evaluasi bisa dilakukan secara akademik dengan demikian rekomendasi yang dihasilkan akan sangat membantu perbaikan pelaksanaan SDGs Desa di lapangan,” katanya.

Selain menjadi pusat evaluasi dan perencanaan, kata Gus Halim SDGs Desa Center juga akan menjadi pusat pengumpulan informasi tentang aset dan menguatkan keterpautan rencana aksi SDGs Desa baik di level nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota. SDGs Desa juga bisa pusat penelitian dan kajian tentang SDGs Desa baik dalam skala regional, nasional, hinga internasional.

“Maka desa akan banyak mempunyai sumber referensi dalam mempercepat capaian pembangunan sesuai SDGs Desa,” katanya.

Gus Halim menegaskan PKN STAN merupakan salah satu lembaga pendidikan terkemuka di Indonesia. PKN STAN selama ini dikenal mampu menghasilkan lulusan berkualitas yang banyak berkiprah di berbagai bidang. Dirinya pun yakin keberadaan SDGs Desa Center di PKN STAN akan banyak menghasilkan berbagai program dan kegiatan akademik yang bermanfaat bagi percepatan pembangunan desa.

"Dapat pula kekhususan SDGs Desa untuk meramu beragam ilmu pengetahuan akuntansi yang paling cocok untuk desa-desa di Indonesia," katanya.

Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini pun yakin dengan SGDs Desa Center di PKN STAN akan kian memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya Kemendes PDTT akan terus memperkuat kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mempercepat pembangunan desa.

"SDGs Desa Center telah membukakan gerbang ilmu pengetahuan lebih lebar untuk menerapkan Tridharma Perguruan Tinggi, serta mengeratkan kerja bersama Kementerian Desa PDTT," katanya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Kemendes PDTT menjadikan PKN STAN sebagai tempat pertama SDGs Desa Center. Menurutnya kegiatan yang dilakukan hari ini memang sesuai dengan tujuan PKN STAN dan Tridharma Perguruan Tinggi.

TAGS : Kemendes PDTT Abdul Halim Iskandar SDGs Desa Center




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :