Kamis, 30/06/2022 15:25 WIB

Kementan Fasilitasi Pembuatan Pupuk Cair dan Pengganti Urea

Kementan fasilitasi pembuatan pupuk cair dan penganti urea.

Sekolah Lapang di Daerah Irigasi Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

JAKARTA, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengupayakan agar inovasi selalu dilakukan untuk memperkuat pembangunan pertanian. Kementan juga mengajak petani untuk mempelajari cara membuat pupuk untuk memenuhi kebutuhan tanaman.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, ada banyak keuntungan jika petani bisa membuat pupuk sendiri.

"Petani tidak akan tergantung pada pupuk subsidi. Artinya, aktivitas pertanian pun tidak akan terganggu. Hal ini penting karena turut mempengaruhi pendapatan petani. Tanaman yang baik dan produksi tinggi bisa membuat pendapatan petani ikut meningkat," kata Mentan Syahrul.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

"Inovasi akan sangat membantu petani untuk meningkatakan produktivitas. Artinya, pendapatan pun bisa ditambah dan ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan petani," kata Dedi.

Mendukung pembuatan pupuk mandiri, Kementan memaksimalkan sejumlah program yang ada, seperti program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP). Salah satunya, melalui Sekolah Lapang di Daerah Irigasi Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Dalam kegiatan ini, petani diberikan materi pembuatan pupuk cair dan pengganti urea.

Materi ini tersebut dipraktekkan langsung oleh peserta sekolah lapang di Daerah Irigasi Takkakasi, tepatnya dilaksanakan oleh Koordinator BPP Maritengngae, PPL pendamping dan POPT.

Kadis Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan berharap semua peserta sekolah lapang IPDMIP aktif melakukan inovasi pembuatan pupuk organik, pupuk hayati dan sejenis.

"Sehingga bisa membantu dalam menghadapi ada pengurangan kuota pupuk kimia. Kalau petani sudah bisa membuat pupuk organik atau pestisida nabati berarti biaya operasinal dalam mengelolah usahataninya bisa berkurang dan pendapat petani diharapkan meningkat," katanya.

TAGS : IPDMIP Dedi Nursyamsi Pupuk Organik




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :