Sabtu, 02/07/2022 03:18 WIB

Waspadai Bahaya Genital Warts Pada Perempuan

Waspadai Bahaya Genital Warts Pada Perempuan

Ilustrasi merawat area kewanitaan

Jakarta, Jurnas.com Genital Warts atau yang secara awam disebut kutil kelamin sering dianggap sepele karena dalam beberapa kasus tidak menimbulkan gejala yang berarti. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, sekitar 50% dari kasusnya menunjukan Genital Warts mampu bertransformasi menjadi penyakit yang ganas, salah satunya kanker serviks.

Deteksi dini harus dilakuan dengan pemeriksaan ke dokter spesialis kulit dan kelamin sebelum Genital Warts bertransformasi menjadi penyakit yang mengancam jiwa.

Genital Warts yang diakibatkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) merupakan salah satu jenis infeksi menular seksual (IMS) yang paling umum terjadi, namun memberikan efek tidak hanya sakit fisik, tetapi juga mental penderitanya. Bila ditemukan pada tahap lanjut, bentuk dan lokasi dari kutil tak jarang menyebabkan stress psikologis karena menimbulkan ketidaknyamanan.

Terkait tipe HPV, yang paling sering mengakibatkan Genital Warts yaitu tipe 6 dan tipe 11. Insidensi Genital Warts akibat tipe ini sebanyak 90-95% kasus. Tipe HPV yang menyebabkan Genital Warts memang tidak sama dengan tipe HPV yang menyebabkan kanker serviks.

Namun dalam beberapa kasus, ketika Genital Warts terjadi pada leher rahim atau di dalam vagina, hal ini dapat menyebabkan perubahan serviks (displasia) yang pada akhirnya bisa berujung pada kanker serviks sebagai bentuk komplikasinya.

Amelia Soebyanto, Sp.DV, Spesialis Kulit dan Kelamin (Dermato-venereologi) Klinik Pramudia menyatakan, “Tanda adanya Genital Warts adalah benjolan halus/kasar berwarna kulit, merah muda, maupun keabuan, dan ada juga yang bentuknya seperti kembang kol, yang semakin lama semakin banyak dan membesar dengan cepat dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan.”

Selain itu, pada beberapa kasus, beberapa gejala yang perlu disadari juga timbulnya gatal atau ketidaknyamanan di area genital dan perdarahan saat berhubungan.

Terkait faktor risiko, dr. Amelia kembali menambahkan, “Mereka yang berisiko tinggi untuk mendapatkan Genital Warts adalah mereka yang aktif secara seksual dan memiliki kebiasaan berganti-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan pengaman (kondom), memiliki riwayat infeksi menular seksual, serta memiliki gaya hidup yang kurang sehat seperti sering mengonsumsi alkohol dan merokok. Penyandang HIV seropositif juga memiliki resiko yang lebih tinggi tertular virus HPV.”

Penularan Genital Warts, selain dari hubungan seksual yang menyebabkan kontak langsung dengan mukosa dari penderitanya, juga bisa ditularkan dari ibu ke bayinya saat melahirkan. Selain itu, meskipun jarang terjadi, kontak langsung maupun tidak langsung melalui benda-benda yang terkontaminasi dengan HPV (fomites) juga dapat menularkan ke orang lain.

“Mereka yang sudah terinfeksi dan mengalami Genital Warts juga harus waspada karena sifatnya kambuhan,” jelas dr. Amelia.

Ia menambahkan, kondisi daya tahan tubuh yang sedang lemah menurun (imunosupresi) yang mendasari, infeksi berulang dari kontak seksual, atau lesi yang belum muncul (subklinis) dan tidak diketahui, bisa menyebabkan kekambuhan. Ketika prognosis (prediksi terhadap penyakit, pengobatan yang dijalankan, dll) cukup baik pun kondisi Genital Warts bisa sering berulang.

Salah satu yang penting dilakukan adalah deteksi dini Genital Warts. Penegakan diagnosis umumnya dapat melalui pemeriksaan klinis langsung. Beberapa pemeriksaan penunjang di antaranya adalah test asam asetat, pap smear, patologi, pemeriksaan dengan alat pembesaran optik (kolposkop), dan identifikasi genom HPV.

“Namun yang perlu sering dilakukan secara rutin yakni pemeriksaan klinis, tes asam asetat dan pap smear. Diagnosis yang tepat merupakan langkah awal sebelum pemberian terapi,” tutur dr. Amelia.

Sampai saat ini memang masih belum ada obat spesifik yang dapat mencegah penambahan jumlah (replikasi) virus sehingga pengobatan masih bertujuan untuk menghilangkan gejala klinis saja dan tidak dapat menghilangkan (mengeradikasi) virus. Ini yang menyebabkan masih sering terjadi kekambuhan. Hal ini tentu memberikan masalah psikologis dan juga finansial bagi pasien.

“Salah satu langkah yang bisa dilakukan oleh masyarakat khususnya perempuan adalah mencegahnya dengan vaksin HPV yang dapat diberikan setelah Genital Warts bersih melalui terapi pengobatan, ataupun bagi mereka yang belum pernah tertular virus namun di usia produktif,” tutup dr. Amelia.

TAGS : Genital Warts Perempuan Kutil Kelamin HPV




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :