Rabu, 11/03/2026 07:49 WIB

Soroti Sistem PMB, M Nuh: Kampus Swasta Cuma Dapat Sisa





Mantan Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan tidak seharusnya ada dikotomi antara perguruan negeri dan swasta.

Mantan Mendikbud, Mohammad Nuh dalam seminar Sevima (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh, mengatakan tidak seharusnya ada dikotomi antara perguruan negeri dan swasta. Menurut dia, kedua institusi ini sama-sama memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sayangnya, kenyataan di lapangan berbeda. Kampus negeri diuntungkan dengan sistem penerimaan mahasiswa baru yang berlapis-lapis. Mulai dari SNMPTN, SBMPTN, hingga Ujian Mandiri. Sedangkan, kampus swasta sering kali jadi opsi terakhir.

"Masa penerimaan (di kampus negeri) tidak ada habis-habisnya. Jadi kampus swasta tinggal dapat sisa-sisanya," kata Nuh dalam webinar `Strategi Meningkatkan Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) dan Memviralkan Prestasi Kampus` yang digelar Sevima pada Kamis (9/6).

Oleh karena itu, Nuh menyarankan kampus swasta berjuang melalui asosiasi untuk mendorong perubahan kebijakan (policy). Agar, swasta yang pembiayaannya bersumber dari dana masyarakat, bisa mengimbangi kampus negeri yang disokong oleh APBN.

"Bisa jadi policy-nya terkait masa rekrutmen atau juga kapasitas. Perlu duduk bareng membuat policy. Kalau diserahkan ke pasar bebas, akan tetap seperti ini, tidak memberikan peluang pada kampus swasta di daerah," imbuh Nuh.

Nuh juga berpesan kepada kampus swasta, supaya tidak semata-mata mementingkan kuantitas atau jumlah mahasiswa. Menurut dia, perguruan tinggi swasta harus memaksimalkan input yang ada saat ini, untuk menghasilkan output yang berkualitas. Dengan demikian, dengan sendirinya bisa menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa.

"Kalau output-nya bagus luar biasa, maka inputnya bisa ikut naik lagi. Kalau lulusannya tidak jelas, orang akan bicara tidak usah ke situ. Orientasinya tentu kombinasi antara kuantitas dan kualitas," terang Nuh.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Forum Wartawan Pendidikan dan Kebudayaan (Fortadikbud), Syarif Oebadillah mendorong humas perguruan tinggi melakukan kolaborasi dengan sejumlah pihak, untuk meningkatkan reputasi dan citra kampus. Ini bisa menjadi strategi untuk menarik calon mahasiswa.

Kolaborasi tersebut, lanjut Oebay, bisa dilakukan dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), LLDikti di wilayah masing-masing, seminar, podcast, dan media massa.

"Bagi kalangan jurnalis, informasi terkait kegiatan kampus atau informasi tentang prestasi-prestasi mahasiswa ataupun dosen, sangat menarik untuk diwartakan. Namun, prestasi yang dipublikasikan tidak selalu berupa keberhasilan mengikuti perlombaan atau aktivitas lainnya, juga bisa berupa temuan-temuan menarik dari mahasiswa atau dosen, karya wirausaha, rintisan startup, dan lain lain," tutup jurnalis senior Media Indonesia itu.

KEYWORD :

Kampus Swasta Penerimaan Mahasiswa Baru Sistem PMB Mohammah Nuh Mantan Mendikbud




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :