Kamis, 07/07/2022 02:17 WIB

UEA Laporkan Ksus Cacar Monyet Pertama di Teluk

UEA laporkan kasus cacar monyet pertama di Teluk

Telapak tangan pasien kasus cacar monyet dari Lodja, sebuah kota yang terletak di dalam Zona Kesehatan Katako-Kombe, terlihat selama penyelidikan kesehatan di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1997. Brian W.J. Mahy/CDC/Handout via REUTERS

JAKARTA, Jurnas.com - Kementerian Kesehatan Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan pada Selasa kasus pertama cacar monyet (monkeypox), menjadi negara Teluk pertama yang mendeteksi kasus penyakit tersebut.

Dikutip dari Alarabiya News, kantor berita negara (WAM) melaporkan, pasien tersebut adalah pengunjung berusia 29 tahun dari negara Afrika Barat. Saat ini, ia menerima perawatan medis yang diperlukan di UEA.

Cacar monyet telah dilaporkan selama beberapa hari terakhir di beberapa negara Eropa dan Amerika Utara termasuk Inggris, Prancis dan Amerika Serikat (AS). Virus langka ini endemik di beberapa wilayah Afrika.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, cacar monyet biasanya penyakit yang sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung dari 2 hingga 4 minggu.

Namun, WHO menambahkan kasus yang parah bisa terjadi, dengan rasio fatalitas sekitar 3-6 persen.

WHO menyebut, penyakit ini biasanya ditularkan ke manusia melalui kontak dekat dengan orang atau hewan yang terinfeksi, atau dengan bahan yang terkontaminasi virus tersebut.

"Penyakit Menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak dekat dengan lesi, cairan tubuh, tetesan pernapasan, dan bahan yang terkontaminasi seperti tempat tidur," tuturnya.

Kementerian UEA menekankan bahwa otoritas kesehatan di negara itu mengambil semua tindakan yang diperlukan termasuk penyelidikan, pemeriksaan kontak, dan tindak lanjut.

"Kementerian menegaskan bekerja sama dengan otoritas kesehatan, mengikuti mekanisme pengawasan epidemiologis sesuai dengan praktik internasional tertinggi untuk memastikan efisiensi yang berkelanjutan dan melindungi masyarakat dari penyakit menular dan dengan cepat menemukan kasus dan bekerja untuk membatasi penyebaran lokal semua penyakit dan virus, termasuk monkeypox," lapor WAM.

TAGS : Uni Emirat Arab Cacar Monyet Monkeypox WHO




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :