Kamis, 07/07/2022 01:48 WIB

Dukung Ukraina, Warga Belarusia Ikut Perang Lawan Rusia

Dukung Ukraina, Warga Belarusia Ikut Perang Lawan Rusia

Warga Belarusia berlatih sebelum dikirim ke Ukraina (Foto: AP/Michal Dyjuk)

Warsawa, Jurnas.com - Banyak warga Belarusia merasa terpanggil untuk bergabung di Ukraina melawan pasukan Rusia. Salah satunya, Vadim Prokopiev, pengusaha restoran yang memilih melarikan diri dari Belarusia, terutama setelah mengetahui dia akan ditangkap karena mengkritik Presiden Alexander Lukashenko.

Bagi kebanyakan warga Belarusia, termasuk Prokopiev, menganggap Ukraina sebagai saudara sebangsa. Padahal, pasukan Rusia menggunakan wilayah Belarusia untuk menyerang Ukraina di awal perang.

Di sisi lain, Lukashenko secara terbuka mendukung sekutu lamanya, Presiden Rusia Vladimir Putin, sebagai balasan atas kebijakan Rusia menggelontorkan miliaran dolar untuk menopang ekonomi dengan energi dan pinjaman murah.

Melemahkan Putin, menurut para sukarelawan Belarusia, juga akan melemahkan Lukashenko, yang telah memegang kekuasaan sejak 1994, dan menciptakan celah untuk menggulingkan pemerintahannya yang menindas dan membawa perubahan demokratis ke negara berpenduduk hampir 10 juta orang itu.

Adapun basis yang dijadikan warga Belarusia yang ingin berperang di Ukraina ialah Polandia, sebuah negara di sepanjang sisi timur NATO yang berbatasan dengan Belarusia dan Ukraina, dan yang menjadi surga bagi para pembangkang. Beberapa pejuang sudah berada di Polandia, dan beberapa hanya singgah sebelum tiba di Ukraina.

"Kami memahami bahwa ini adalah perjalanan panjang untuk membebaskan Belarusia dan perjalanan dimulai di Ukraina," kata Vadim Prokopiev dikutip dari Associated Press pada Minggu (22/5).

"Ketika perang Ukraina pada akhirnya akan berakhir, perang kita baru akan dimulai. Mustahil untuk membebaskan negara Belarusia tanpa mengusir pasukan fasis Putin dari Ukraina," sambung dia.

Prokopiev mengepalai unit yang disebut "Pahonia" yang dalam beberapa hari terakhir telah melatih anggota baru. Associated Press mewawancarainya saat dia mengawasi latihan yang melibatkan penembakan pistol dan senjata lain ke mobil tua dalam simulasi skenario perang. Mereka dilatih oleh seorang mantan polisi Polandia yang sekarang menjadi instruktur menembak swasta.

Prokopiev ingin anak buahnya mendapatkan pengalaman pertempuran kritis, dan dia berharap suatu hari nanti akan segera terbuka peluang untuk perubahan demokratis di Belarusia. Dia menegaskan, tujuan itu membutuhkan pejuang seperti dirinya, dan bagi anggota pasukan keamanan di Belarus untuk berbalik melawan Lukashenko.

Pada Sabtu (21/5) kemarin, sekelompok unit lain yang menamakan diri Kastus Kalinouski, berkumpul di Belarus House, Warsawa, di mana tumpukan kantong tidur, tikar, dan berbagai peralatan lainnya ditumpuk tinggi. Mereka duduk bersama, berbicara sambul mengemil cokelat dan kopi, bersiap untuk dikirim ke Ukraina di kemudian hari. Sebagian besar tidak ingin diwawancarai karena khawatir akan keamanan mereka dan keluarga di rumah.

Unit tersebut, yang tidak secara resmi berada di bawah Legiun Internasional Ukraina, dinamai berdasarkan pemimpin pemberontakan anti-Rusia di abad ke-19 yang dipandang sebagai pahlawan nasional di Belarusia.

Seseorang yang bersedia menjelaskan motivasinya adalah seorang remaja berusia 19 tahun, Ales, yang tinggal di Polandia sejak tahun lalu. Dia melarikan diri dari Belarusia setelah dinas keamanan negara itu, yang masih disebut KGB, menahannya dan memaksanya untuk mencela kelompok perlawanan anti-Lukashenko dalam sebuah rekaman video. Dia diberitahu bahwa dia akan dipenjara jika dia tidak mematuhinya.

Mengenakan pakaian serba hitam mulai, dia mengaku merasa gugup saat tiba saatnya untuk pergi ke Ukraina. Dia tidak pernah menerima pelatihan militer apapun, tetapi akan mendapatkannya begitu dia tiba di Ukraina. Tapi berapa banyak, dan di mana dia akan dikerahkan, dia belum tahu.

Dia mengatakan dia akan berjuang tidak hanya untuk membantu Ukraina, "tetapi untuk membuat Belarus merdeka". Dia menyebut perlawanan itu penting baginya bahwa orang menyadari warga Belarusia sangat berbeda dari pemerintah Lukashenko.

TAGS : Belarusia Ukraina Rusia




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :