Selasa, 05/07/2022 17:24 WIB

Dukung Vokasi, Enam Industri Teken MoU dengan Kemdikbudristek

Dukung Vokasi, Enam Industri Teken MoU dengan Kemdikbudristek

Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Enam dunia usaha dan dunia industri (Dudi) dan satu asosiasi, menandatangani perjanjian kerja sama dengan Ditjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Kerja sama ini bertujuan meningkatkan ekosistem kemitraan antara satuan pendidikan vokasi dengan Dudi.

Adapun keenam industri tersebut ialah Childfund International, PT Komatsu Indonesia, PT Pegadaian, PT Tira Austenite, PT Educa Sisfomedia Indonesia (Gamelab), Oracle Academy, dan PT Commeasure Solutions Indonesia (Reddoorz).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto menjelaskan, kemitraan yang dibangun bertujuan untuk mencapai keselarasan sehingga proses pembelajaran relevan dengan kebutuhan dunia kerja, baik di masa kini maupun masa depan. Pada era yang kian dinamis saat ini, pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil yang sesuai standar industri.

"Terwujudnya keselarasan melalui penguatan kemitraan akan menghasilkan SDM vokasi yang mampu meningkatkan daya saing industri. Artinya, vokasi hari ini sangat berkaitan bahkan berkontribusi pada keekonomian negara," tutur Wikan, pada acara penandatanganan MoU serentak di Magelang, Jawa Tengah pada Jumat (20/5).

Wikan menjelaskan, `link and match` memang tidak hanya sekadar penandatangan kerja sama. "Terlebih, dengan adanya rencana kerja, ini berarti sudah diujicobakan dengan kurikulum baru," imbuh dia.

Tercatat, 5.554 SMK yang tahun ini menerapkan kurikulum baru atau 70 persen dari jumlah SMK Tanah Air. Ditambah lagi, hadirnya SMK pusat keunggulan (PK) akan melatih SMK lainnya untuk berkembang.

"Karenanya, kami optimistis akan menjadi lebih dari sekadar seremonial. Terima kasih kepada perusahaan yang sudah lama bekerja sama dengan pendidikan vokasi," tutur Wikan.

Wikan menambahkan, kemitraan yang dibangun harus diupayakan melalui pola kerja sama yang saling menguntungkan (mutual benefit). Sebagai penerima manfaat atau pengguna lulusan SDM vokasi, DUDI harus digandeng untuk berperan aktif mulai dari proses penyusunan kurikulum yang sesuai kebutuhan hingga pada penyerapan lulusannya.

Kendati demikian, Wikan menyebutkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh satuan pendidikan vokasi adalah mengejar ketertinggalan dari DUDI yang dari sisi teknologi maupun inovasi bergerak lebih cepat dibandingkan dunia pendidikan.

"Walaupun tidak mungkin pendidikan dapat mengejar ketertinggalan, setidaknya dapat mengurangi jarak ketertinggalan tersebut, bahkan targetnya adalah bergerak bersama menyamakan perkembangan industri," ucap Wikan.

Lebih lanjut, penandatanganan PKS serentak ini adalah sebagai langkah awal penguatan soft skills, hard skills, dan pengenalan karakter budaya kerja bagi peserta didik vokasi yang nantinya diharapkan dapat memberikan perspektif tentang kontribusi vokasi yang dapat dikolaborasikan pada industri pengguna. Dengan semakin banyaknya industri yang terlibat, diharapkan mampu mendorong DUDI lainnya untuk turut berkontribusi terhadap pendidikan vokasi.

"DUDI yang hadir dan terlibat sedikit banyak telah berkolaborasi dengan pendidikan vokasi, namun kami lebih mengharapkan agar hubungan ini dapat berlanjut pada level yang paripurna. Langkah penguatan hubungan merupakan keniscayaan yang wajib dilakukan untuk lebih lanjut mereplikasi implementasi kerja sama, serta tentunya meningkatkan kualitas kerja sama agar lebih mendalam, menyeluruh, dan berkelanjutan," imbuh Mantan Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada itu.

Sementara Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan (Mitras) DUDI Saryadi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh mitra DUDI, dan tidak lupa menjelaskan bahwa mitra industri memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

"Kemajuan pendidikan vokasi merupakan tanggung jawab semua pihak, tidak hanya Pemerintah, namun juga kalangan DUDI sebagai end user lulusan pendidikan vokasi. Mitra dunia usaha dan dunia industri memiliki posisi strategis dalam pendidikan vokasi, Oleh karena itu, Direktorat Mitras DUDI terus berupaya mendorong keterlibatan dunia usaha dan dunia industri serta asosiasi dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia," tutup Saryadi.

TAGS : Kemdikbudristek Ditjen Vokasi Mitras Dudi Industri Link and Match




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :