Kamis, 07/07/2022 03:22 WIB

DPR Dorong Pemerintah Tingkatkan Kawasan Industri Manufaktur

Di samping menyerap tenaga kerja, modal capital, dan teknologi dan seterusnya, perluasan kawasan industri harus juga memperhatikan bagaimana industri-industri manufaktur yang didorong habis-habisan agar perkembangannya jauh lebih baik secara komposisi produk domestik bruto.

Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi NasDem, Sugeng Suparwoto. (Foto: Parlementaria)

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mendorong pembangunan kawasan industri manufaktur yang lebih baik, tidak hanya meningkat secara kuantitas, akan tetapi juga kualitas.

Bagi dia, pembangunan kawasan ini tidak hanya menyerap tenaga kerja, modal, dan teknologi saja, namun juga mendorong pertumbuhan ekonomi negara.

“Di samping menyerap tenaga kerja, modal capital, dan teknologi dan seterusnya, perluasan kawasan industri harus juga memperhatikan bagaimana industri-industri manufaktur yang didorong habis-habisan agar perkembangannya jauh lebih baik secara komposisi produk domestik bruto,” ucap Sugeng.

Dia mengatakan itu dalam RDP Komisi VII DPR RI dengan Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian dan Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (Dirjen KPAII) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (19/5).

Politikus NasDem itu merasa bersyukur cadangan devisa Indonesia selama enam bulan terakhir meningkat, akan tetapi secara proporsi komposisi komoditas, perindustrian dinilai belum naik secara masif.

Di sisi lain, dalam sejumlah catatan yang ia terima, sektor industri manufaktur mengalami deindustrialisasi bahkan penurunan dalam komposisi produk domestik bruto.

“Betapa rentannya, ekspor komoditas itu cadangan devisa yang sempat menyentuh 141 miliar dolar AS, dalam dua minggu, anjlok sekitar 3 miliar dolar AS gara-gara pemerintah melarang ekspor CPO (crude palm oil). Ini kan juga menjadi bagaimana secara proporsional saja bahwa komoditas mendominasi itu juga ada titik rawannya,” terang legislator dapil Jawa Tengah VIII tersebut.

Oleh karena itu, Sugeng berharap, pembangunan kawasan industri di Indonesia menjadi perhatian berbagai pihak. Seiring dengan Indonesia telah menyepakati Paris Agreement dan Komisi VII DPR RI fokus pada clean and renewable energy, ia pun ingin pembangunan industri juga mempertimbangan berbagai aspek sehingga meminimalisir kerusakan lingkungan di sekitar kawasan.

 

TAGS : Warta DPR Komisi VII Sugeng Suparwoto ekspor CPO industri manufaktur




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :