Rabu, 06/07/2022 07:36 WIB

Panas Ekstrim, Suhu di India Capai 49 Derajat

Panas Ekstrim, Suhu di India Capai 49 Derajat

Cuaca panas di India mencapai 49 derajat celsius (Foto: BBC)

Delhi, Jurnas.com - Gelombang panas yang menyapu India utara dengan suhu mencapai rekor 49,2 celsius terjadi di beberapa bagian di ibu kota Delhi. Ini adalah gelombang panas kelima di ibu kota sejak Maret.

Dikutip dari BBC pada Senin (16/5), pemerintah meminta masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan, karena suhu akan tetap tinggi. Dikatakan, panas memicu masalah kesehatan bagi yang rentan, termasuk bayi, orang tua dan orang-orang dengan penyakit kronis.

Departemen Cuaca India mengungkapkan, negara bagian Himachal Pradesh, Haryana, Uttarakhand, Punjab, dan Bihar secara khusus mengalami kenaikan suhu dalam beberapa hari terakhir. Ditambahkan, suhu kemungkinan akan turun 2-4 celsius di beberapa daerah, tetapi hawa panas masih tetap berlanjut.

Naresh Kumar, ilmuwan senior di Departemen Meteorologi India (IMD), mengaitkan gelombang panas saat ini dengan faktor atmosfer lokal. Penyebab utama ialah adanya gangguan barat yang lemah, yakni badai yang berasal dari wilayah Mediterania. Ini berarti hanya sedikit curah hujan pra-musim di India barat laut dan tengah.

Antisiklon, area bertekanan atmosfer tinggi tempat udara tenggelam, juga menyebabkan cuaca panas dan kering di beberapa bagian India barat pada Maret lalu.

Efeknya terlihat. Para petani mengatakan lonjakan suhu yang tak terduga telah mempengaruhi panen gandum mereka, sebuah perkembangan yang berpotensi memiliki konsekuensi global karena gangguan pasokan akibat perang Ukraina.

Panas juga memicu peningkatan permintaan listrik, yang menyebabkan pemadaman di banyak negara bagian dan kekhawatiran akan kekurangan batu bara.

Roxy Mathew Koll, ilmuwan iklim di Institut Meteorologi Tropis India, sepakat bahwa sejumlah faktor atmosfer bertanggung jawab atas gelombang panas saat ini. Tetapi, dia menambahkan bahwa masalah utamanya ialah pemanasan global.

Sementara itu, D Sivananda Pai, direktur Institute for Climate Change Studies, menunjukkan tantangan lain selain perubahan iklim, seperti peningkatan populasi dan ketegangan yang diakibatkan oleh sumber daya.

Hal ini, pada gilirannya, mengarah pada faktor-faktor yang memperburuk situasi, seperti penggundulan hutan dan peningkatan penggunaan transportasi.

"Bila Anda memiliki lebih banyak jalan dan bangunan beton, panas terperangkap di dalam tanpa bisa naik ke permukaan. Ini menghangatkan udara lebih jauh," kata Pai.

Dan biaya dari peristiwa cuaca ekstrem seperti itu secara tidak proporsional ditanggung oleh orang miskin.

TAGS : Cuaca Panas India Perubahan Iklim Pemanasan Global




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :