Rabu, 18/05/2022 23:37 WIB

Hari Keempat Lockdown, Korea Utara Laporkan Lebih Banyak Kematian

Hari Keempat Lockdown, Korea Utara Laporkan Lebih Banyak Kematian

Korea Utara mengadakan pertemuan Politbiro keduanya minggu ini, diawasi oleh pemimpin Kim Jong Un, yang mengatakan bahwa wabah itu menyebabkan kekacauan besar di negara itu, KCNA melaporkan. (Foto: AFP/Anthony Wallace)

JAKARTA, Jurnas.com - Korea Utara mengatakan pada Minggu (15/5) total 42 orang meninggal ketika negara itu memulai hari keempat di bawah penguncian nasional yang bertujuan untuk menghentikan wabah COVID-19 pertama yang dikonfirmasi di negara miskin itu.

Pada Kamis (12/6), Korea Utara untuk pertama kalinya mengakui wabah COVID-19 dan memerintahkan penguncian. Kantor berita negara KCNA mengatakan negara itu mengambil "langkah-langkah darurat negara cepat" untuk mengendalikan epidemi.

"Semua provinsi, kota, dan kabupaten di negara ini telah dikunci total dan unit kerja, unit produksi, dan unit perumahan ditutup satu sama lain sejak pagi 12 Mei dan pemeriksaan ketat dan intensif terhadap semua orang sedang dilakukan," lapor KCNA pada Minggu (15/5).

Sehari sebelumnya pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un mengatakan penyebaran COVID-19 telah mendorong negaranya ke dalam kekacauan besar dan menyerukan pertempuran habis-habisan untuk mengatasi wabah tersebut.

Otoritas kesehatan telah mendirikan lebih banyak pos pencegahan epidemi, dan segera mengangkut pasokan medis ke rumah sakit dan klinik, sementara pejabat senior telah menyumbangkan obat-obatan cadangan, KCNA melaporkan.

Setidaknya 296.180 lebih banyak orang turun dengan gejala demam, dan 15 lainnya meninggal pada hari Minggu, kata outlet itu.

Para ahli mengatakan Korea Utara tampaknya tidak memiliki kapasitas untuk menguji puluhan ribu pasien bergejala tersebut. KCNA tidak melaporkan berapa banyak dari kasus yang dicurigai itu dinyatakan positif COVID-19.

KCNA melaporkan, secara keseluruhan Korea Utara telah melaporkan 820.620 kasus yang dicurigai, dengan 324.550 masih dalam perawatan medis.

Sumber: Reuters

TAGS : Korea Utara Demam Kim Jong Un Pandemi COVID-19




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :