Kamis, 11/08/2022 19:41 WIB

Perantau Adu Nasib ke Kota, Harus Memiliki Keahlian

Tentu kita dari pengusaha sangat berharap agar dalam hal ini masyarakat desa kalau ingin ke kota, memiliki suatu keahlian, jadi bukan mengandalkan ijazah saja karena persaingan di kota itu cukup besar

Warga desa mendatangi kota-kota besar untuk mengadu nasib atau istilahnya urbanisasi. (Foto istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Pemudik berangsur-angsur kembali ke kota usai melaksanakan Lebaran di kampung halaman. Namun, pada momen balik mudik tahun ini, diperkirakan banyak warga desa turut mendatangi kota-kota besar untuk mengadu nasib atau istilahnya urbanisasi .

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, urbanisasi sudah budaya sejak dulu di mana setiap selesai lebaran, ketika terjadi arus mudik, pasti dibarengi dengan datangnya masyarakat daerah ke Jakarta maupun kota-kota besar lainnya.

"Menurut saya itu hal yang wajar. Karena mereka mungkin belum mendapatkan pekerjaan di daerah sehingga mereka mengadu nasib ke kota-kota besar seperti Jakarta misalnya," ujar Sarman dalam keterangannya Minggu (8/5/2022).

Kendati demikian, dia berharap warga desa yang datang ke kota tidak tangan kosong, atau hanya membawa ijazah saja melainkan sudah memiliki keahlian yang bisa disesuaikan dengan lowongan kerja yang tersedia di kota.

"Tentu kita dari pengusaha sangat berharap agar dalam hal ini masyarakat desa kalau ingin ke kota, memiliki suatu keahlian, jadi bukan mengandalkan ijazah saja karena persaingan di kota itu cukup besar," kata Sarman.

Selain itu, lanjutnya, jika ingin mengadu nasib di Jakarta ataupun kota-kota besar lainnya, para perantau harus sudah memiliki tujuan yang jelas, serta ada keluarga ataupun kerabat yang dituju supaya sesampainya di kota tidak lontang-lantung karena belum jelas tempat tinggalnya. "Karena kalau tempat tinggal belum jelas, itu akan menjadi beban baru bagi Pemerintah," ucap Sarman.

Di samping itu, ia juga berharap Pemerintah Daerah bisa memfasilitasi serta tidak mempersulit dalam pengurusan-pengurusan dokumen para perantau seperti KTP. Sarman menuturkan, fenomena urbanisasi akan semakin berkurang dalam jangka waktu ke depan. Lantaran, pemerintah saat ini tengah mendorong investor-investor untuk masuk ke daerah.

"Jadi tidak lagi Jawa sentris, karena dulu memang investor-investor di arahkan ke Jawa tapi saat ini pemerintah sudah mendorong agar investor membuka pabrik di daerah. Kita harapkan kalau ini nanti sudah semakin berkembang tentu fenomena urbanisasi itu akan bisa berkurang," pungkasnya.

 

TAGS : urbanisasi HIPPI Sarman Simanjorang pekerjaan kota besar




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :