Selasa, 05/07/2022 23:10 WIB

Cerita Seniman Depok Berjuang Hadapi Dampak Pandemi Covid-19

Menyatukan seniman itu tak mudah, karena memiliki ego yang kuat. Tapi, kalau sudah bergabung di SSBR konsekuensinya ego harus dihilangkan, karena di komunitas ini kita bangun persaudaraan.

Sejumlah pekerja seni dari Sanggar Seni Bina Remaja (SSBR). (Foto: Dok. Jurnas)

Depok, Jurnas.com - Tak bisa dipungkiri dampak dari pandemi Covid-19 memang telah memukul perekonomian masarakat, tidak terkecuali pekerja seni sekalipun. Namun, hal itu tak membuat para seniman yang tergabung di Sanggar Seni Bina Remaja (SSBR) menjadi patah arang dan pasrah begitu saja pada keadaan. Mereka justru semakin kreatif agar tak tergilas zaman dan dan dapat melanjutkan hidup.

Ketua SSBR, Ervan menuturkan, Sanggar yang berdiri sejak 2017 di Jl. Merdeka, Depok II ini menghimpun berbagai seniman dari berbagai bidang, termasuk seni lukis, seni peran, seni kriya, seni musik, dan seni tari. Para seniman itu, kata Ervan, bersepakat untuk membangun komunitas dengan melepas ego dan mengutamakan persaudaraan.

"Menyatukan seniman itu tak mudah, karena memiliki ego yang kuat. Tapi, kalau sudah bergabung di SSBR konsekuensinya ego harus dihilangkan, karena di komunitas ini kita bangun persaudaraan," ujar Ervan saat ditemui di Markas SSBR, baru-baru ini.

Jadi, sambung Ervan, rasa persaudaraan yang ditanam di SSBR itulah yang membuat para pekerja seni tetap kuat bertahan dalam menghadapi badai besar, seperti dampak pandemi Covid-19 sekarang ini. Karena, sesama anggota saling support. Salah satunya, berkolaborasi membuat event, dan sebagainya.

"Kita pernah mengadakan event `Amprokan Seniman` di Balai Rakyat pada 22 Februari 2022. Semua seniman dari berbagai bidang memanfaatkan momentum itu untuk menjual karya mereka. Itu salah satu strategi yang kita lakukan agar para seniman bisa bertahan hidup," kata Ervan.

Kegiatan di SSBR, lanjut Ervan, juga kerap berkolaborasi dengan Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Kota Depok, yakni, wadah pekerja seni yang terafiliasi di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun, Ervan memastikan, SSBR juga membuka ruang bagi pihak mana-pun yang ingin bekerja sama dengan SSBR.

"Kita memang sering berkerja sama dengan BKN Kota Depok. Tapi, kita juga membuka ruang bagi pihak mana-pun untuk kerja sama. Warna itu kan tak selalu merah, ada kuning, biru, hijau, dan lain-lain. Yang terpenting tak membelenggu kebebasan para seniman untuk berekspresi dan tentunya ada reward untuk seniman itu sendiri," imbuh Ervan.     

Selain itu, tambah Ervan, SSBR sendiri juga memiliki program ekonomi kreatif, seperti menjual kerajinan tangan, tanaman hidroponik, pupuk, dan juga warung kopi. Tak hanya itu, masih kata Ervan, para guru di SSBR juga mendapat penghasilan tambahan dari mengajar secara privat dari siswa yang ingin belajar di rumah.

"Memang belajar kesenian di SSBR itu gratis. Tapi, kalau ada siswa yang minta belajar secara privat tentunya ada bayaran secara profesional bagi para guru," tukas Ervan.    

Pada kesempatan yang sama, Widya, seniman kriya dan lukis yang tergabung di SSBR mengingatkan bahwa semua kesusahan, termasuk dampak pandemi Covid-19 pasti ada peluang selama kita semua mau bekerja keras dan kreatif dalam membuat karya. Misalnya, sebut pensiunan guru lukis di SMA Cakra Buana ini, dirinya pernah meraup untung dari berjualan masker yang ia lukis dengan cat tekstil.

"Saya punya keahlian melukis, lalu saya iseng buat lukisan di masker, kemudian saya jual secara online. Ternyata, hal itu melebihi ekspektasi saya, orderan banyak banget. Tapi, itu di awal-awal pandemi," ungkap Widya.

Sementara itu, Umar, seniman sekaligus pengajar di SSBR, mengaku, pihaknya tak terlalu banyak berharap pada bantuan pemerintah. Karena, ungkap Umar, selama ini terlalu banyak janji dari pemerintah yang belum terimplementasi untuk membantu para pekerja seni.

"Kalau kita berharap bantuan dari pemerintah ya hanya kekecewaan saja yang membuat kita semakin sakit. Sementara, hidup kan terus berjalan, masak kita habiskan waktu untuk menunggu janji yang tak pasti. Kita tetap terus berkarya Mas," tandas Umar.

TAGS : Seniman seni SSBR Depok Sanggar Seni Bina Remaja




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :