Senin, 04/07/2022 00:57 WIB

Great Barrier Reef di Australia Alami Pemutihan Massal

Karang Penghalang Besar (Great Barrier Reef) di Australia sedang dihancurkan oleh pemutihan massal. Peristiwa ini adalah keempat kalinya dalam enam tahun, yang disebabkan oleh menghangatnya suhu laut.

The Great Barrier Reef (Foto: Reuters/David Gray)

Sydney, Jurnas.com - Karang Penghalang Besar (Great Barrier Reef) di Australia sedang dihancurkan oleh pemutihan massal. Peristiwa ini adalah keempat kalinya dalam enam tahun, yang disebabkan oleh menghangatnya suhu laut.

Sementara sebelumnya, hanya dua kali peristiwa pemutihan massal yang pernah tercatat hingga 2016. Pemutihan massal pertama terlihat pada tahun 1998. Terjadi lagi pada tahun 2002, 2016, 2017 dan 2020.

Para ilmuwan mengatakan tindakan mendesak terhadap perubahan iklim diperlukan, jika sistem terumbu karang terbesar di dunia ingin bertahan.

Ada kekhawatiran khusus bahwa peristiwa pemutihan ini terjadi pada tahun yang sama dengan fenomena cuaca La Nina. Biasanya di Australia, La Nina membawa suhu yang lebih dingin. Ilmuwan khawatir dengan kerusakan yang ditimbulkan oleh El Nino berikutnya.

Dikutip dari BBC pada Jumat (25/3), temuan tersebut dibuat oleh Otoritas Taman Laut Great Barrier Reef yang telah melakukan survei udara.

Baru-baru ini, lembaga itu memperingatkan bahwa suhu air di beberapa bagian terumbu telah mencapai 4 derajat celsius di atas rata-rata bulan Maret.

Membentang lebih dari 2.300 km di lepas pantai timur laut Australia, Great Barrier Reef adalah salah satu ekosistem dengan keanekaragaman hayati paling banyak di dunia.

Pemutihan terjadi ketika karang di bawah tekanan mengeluarkan ganggang yang hidup di dalamnya yang memberi mereka warna dan kehidupan. Mereka dapat pulih tetapi hanya jika kondisi memungkinkan.

"Pola cuaca selama beberapa minggu ke depan terus tetap kritis dalam menentukan tingkat keseluruhan dan tingkat keparahan pemutihan karang di taman laut," kata otoritas terumbu karang.

Tahun lalu, Australia secara kontroversial melobi PBB, untuk mengecualikan terumbu karang dari daftar Situs Warisan Dunia UNESCO yang berstatus dalam bahaya.

Baru-baru ini mereka menjanjikan uang untuk langkah-langkah perlindungan terumbu karang, tetapi para kritikus mengatakan ini tidak mengatasi ancaman dominan perubahan iklim.

Awal pekan ini, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memilih Australia sebagai "penentang" global, dalam upaya yang lebih kuat untuk mengurangi emisi pada tahun 2030.

TAGS : Great Barrier Reef Terumbu Karang Perubahan Iklim Pemanasan Global




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :