Senin, 19/01/2026 11:42 WIB

Putin Ultimatum Barat soal Zona Larangan Terbang di Ukraina





Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan Barat agar tidak memaksakan zona larangan terbang di atas Ukraina. Dia menegaskan, upaya itu akan dianggap partisipasi negara lain dalam invasi di Ukraina.

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Foto: Press TV)

Moskow, Jurnas.com - Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan Barat agar tidak memaksakan zona larangan terbang di atas Ukraina. Dia menegaskan, upaya itu akan dianggap partisipasi negara lain dalam invasi di Ukraina.

"Setiap gerakan ke arah ini akan kami anggap sebagai partisipasi dalam konflik bersenjata oleh negara itu," kata Putin dalam pertemuan dengan karyawan Aeroflot di luar Moskow, pada Sabtu (5/3) dikutip dari Aljazeera.

Dia menambahkan bahwa memberlakukan zona larangan terbang memiliki "konsekuensi kolosal dan bencana tidak hanya untuk Eropa tetapi juga seluruh dunia".

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, tidak adanya zona larangan terbang memberi Rusia "lampu hijau" untuk terus membom kota-kota Ukraina.

Dia mengecam NATO karena menolak memberlakukan zona larangan terbang di negaranya, memperingatkan bahwa "semua orang yang mati mulai hari ini juga akan mati karena Anda".

NATO mengatakan zona larangan terbang, yang akan melarang semua pesawat tidak sah terbang di atas Ukraina, dapat memicu perang yang meluas di Eropa dengan Rusia yang bersenjata nuklir.

Tetapi ketika Amerika Serikat dan anggota NATO lainnya mengirim senjata ke Kyiv dan lebih dari 1,2 juta pengungsi tumpah ke seluruh benua itu, konflik tersebut telah menarik negara-negara yang jauh melampaui perbatasan Ukraina.

Putin menegaskan kembali tujuannya di Ukraina adalah untuk membela komunitas berbahasa Rusia melalui "demiliterisasi dan de-Nazifikasi" negara itu, sehingga menjadi netral.

Ukraina dan negara-negara Barat menolak alasan ini sebagai dalih tak berdasar, untuk invasi yang ia luncurkan pada 24 Februari dan telah memberlakukan berbagai sanksi yang bertujuan untuk mengisolasi Moskow.

KEYWORD :

Rusia Ukraina Perang Zona Larangan Terbang




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :