Selasa, 09/08/2022 02:38 WIB

Jokowi Diminta Turun Tangan Redakan Krisis Rusia-Ukraina

Anggota Komisi IV DPR RI, Luluk Nur Hamidah

JAKARTA, Jurnas.com - Ketua DPP PKB Bidang Luar Negeri, Luluk Nur Hamidah meminta Presiden Joko Widodo melakukan upaya yang diperlukan untuk mencegah terjadinya krisis lanjutan atas invansi Rusia terhadap Ukraina.

"Meminta dan mendukung Presiden Jokowi sebagai ketua G20 menggunakan pengaruhnya melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah terjadinya krisis lanjutan Rusia serta terus mendorong cara-cara atau upaya non kekerasan menghentikan invasi militer di Ukraina," kata Luluk kepada awak media.

Luluk juga meminta North Atlantic Treaty Organization (NATO) agar menjaga jarak dan kepentingan serta menarik diri dari perbatasan agar tidak menjadi provokasi buruk bagi situasi Rusia dan Ukraina.

"Menyerukan kepada seluruh pimpinan dunia agar Rusia menghentikan invasi terhadap Ukraina dan mendorong PBB untuk melakukan langkah cepat serta terukur  untuk menghentikan serangan Russia terhadap Ukraina dan mencegah tindakan serangan militer  dari pihak manapun termasuk NATO," tegasnya.

Ia mengatakan, invasi militer hanya akan mendorong munculnya bahaya baru yang lebih besar dan berkelanjutan, seperti terjadinya gelombang jutaan pengungsi yang akan membanjiri Eropa dan kawasan sekitarnya jika krisis in tidak di akhiri dengan damai

Sebagai negara super power, kata Luluk, Rusai memiliki peran sangat penting menjaga perdamaian dan keseimbangan dunia. "Kiranya kekuatan dan kepemimpinan Rusia dalam menjaga tidak dikorbankan dan justru menciptakan gelombang protes dan permusuhan dari seluruh dunia," katanya.

Ia juga mengingatakan, pandemi COVID-19 yang belum berakhir menimbulkan guncangan baik sistem kesehatan suatu negara secara global, ketahanan ekonomi dan daya lenting masyarkat. Ia hawatir permasalahan global akan semakin kompleks.

"Oleh karena itu, kami sangat menyayangkan serta mengingatkan Rusia agar jangan sampai memmancing  perkara baru ditengah riak gelombang kepedihan mengakhiri pandemi COVID-19," tegasnya.

Sebagai informasi, pasukan Rusia menghujani rudal di kota-kota Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv, dan mendaratkan pasukan di pantai Laut Hitam dan Azov pada Kamis (24/2). Itu merupakan serangan terbesar oleh satu negara terhadap negara lain di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

TAGS : Luluk Nur Hamidah Joko Widodo Invansi Rusia Ukraina




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :