Selasa, 05/07/2022 13:37 WIB

Aplikasi ARKAS Permudah Sekolah Laporkan Dana BOS

Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) akan mempermudah satuan pendidikan untuk perencanaan dan pelaporan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ilustrasi Dana BOS (Foto: Antaranews)

Jakarta, Jurnas.com - Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) akan mempermudah satuan pendidikan untuk perencanaan dan pelaporan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Platform yang diluncurkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim itu bertujuan mewujudkan integrasi sistem pengelolaan anggaran sekolah, dengan sistem pengelolaan keuangan daerah.

"Sekarang, kita pindah dengan satu aplikasi tunggal yang memudahkan proses bagi tiap sekolah. Dengan adanya ARKAS dan MARKAS, sekolah cukup memasukkan informasi rencana dan anggaran cukup ke satu aplikasi yang sudah satu dengan SIPD dan Dapodik," terang Mendikbudristek pada Selasa (15/2).

Nadiem mengatakan, sistem pengelolaan anggaran sekolah akan menyatu dengan sistem pengelolaan daerah. Selain itu, Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbudristek, juga akan terhubung dengan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

ARKAS yang dipakai sekolah akan terintegrasi otomatis dengan Manajemen ARKAS (MARKAS), yaitu aplikasi tunggal bagi dinas pendidikan untuk mengelola Dana BOS. MARKAS pun terintegrasi dengan SIPD Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Jadi untuk sekolah memakai ARKAS. Dinas Pendidikan memakai MARKAS," tegas Mendikbudristek.

Sebelumnya, sistem pengelolaan anggaran sekolah masih terpisah dari sistem pengelolaan keuangan daerah. Sehingga, satuan pendidikan harus merencanakan dan melaporkan anggaran manual dua kali, yaitu di sistem dari pemerintah paerah (Pemda) dan pemerintah pusat.

"Dampaknya, sekolah menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk hal administratif. Ini ingin kita hindari, karena kita ingin sekolah-sekolah kita fokus kepada murid-murid dan bukan hal-hal administratif," terang Nadiem.

Pengelolaan Dana BOS, diharapkan Mendikbudristek, lebih akurat dan bertanggung jawab dengan kehadiran ARKAS dan MARKAS yang terintegrasi dengan SIPD. Sebelumnya, terdapat beberapa aplikasi pengelolaan anggaran yang dipakai sekolah.

Kemudian, format data dan standar acuan sebelumnya masih bervariasi. Kini, format data dan standar acuan sudah terstandardisasi sesuai aturan berlaku. Selain itu, proses persetujuan dokumen yang dahulu memakan waktu karena alurnya bervariasi. Dengan kehadiran ARKAS, proses persetujuan dokumen jadi lebih cepat dengan adanya standardisasi dan otomasi alur.

"Proses konsolidasi anggaran sekolah ke dalam anggaran dinas sebelumnya dilakukan manual. Kini, proses ini otomatis, jadi akan sangat menurunkan beban administratif sekolah dan dinas pendidikan," ujar Menteri Nadiem.

"Kami harap ARKAS membantu membuat anggaran pendidikan jauh lebih merdeka dan lebih efektif, demi guru dan murid kita dalam perjalanan transformasi Merdeka Belajar," tambah dia.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, menilai ARKAS memberikan akurasi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran yang makin kuat.

"ARKAS sebagai inovasi tentu tujuannya untuk mempermudah Pemerintah Daerah dan Pusat mengawasi dan membina PAUD dan pendidikan kesetaraan. Inovasi ini juga menciptakan kepercayaan publik karena APBN yang sangat besar untuk pendidikan harus menghasilkan kualitas pendidikan yang makin baik," ungkap Sri.

TAGS : Aplikasi ARKAS Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim Dana BOS




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :