Kamis, 19/05/2022 13:19 WIB

Kick Off AWG G20, Syahrul: Pertanian Harus Jadi Sektor Utama

Pandemi global telah menciptakan tantangan baru terhadap ketahanan pangan dan nutrisi kesehatan masyarakat yang diakibatkan pembatasan pergerakan pada barang dan jasa baik di tingkat lokal, regional maupun global.

Syahrul saat menghadiri Kick-off AWG G20 yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (27/1).

JAKARTA, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengajak Negara-negara di dunia untuk menjadikan pertanian sebagai sektor utama dalam menghadapi berbagai krisis seperti kelaparan dan kemiskinan saat di dunia saat ini sedang menghadapi  COVID-19.

"Pada tahun ini masyarakat dunia masih menghadapi sejumlah tantangan global akibat dampak pandemi. Bahkan hari ini kita dihajar oleh perubahan iklim yang menjauhkan kita dari tujuan pembangunan berkelanjutan seperti pengentasan kelaparan dan kemiskinan," kata Syahrul saat menghadiri Kickoff AWG G20 yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (27/1).

"Karena itu ketahanan pangan harus menjadi isu central dalam keseluruhan pertemuan G20 kelompok kerja bidang pertanian pada tahun ini dan Tahun-tahun berikutnya," sambungnya.

Menurut Syarhul, pandemi global telah menciptakan tantangan baru terhadap ketahanan pangan dan nutrisi kesehatan masyarakat yang diakibatkan pembatasan pergerakan pada barang dan jasa baik di tingkat lokal, regional maupun global.

"Sementara itu beberapa negara menerapkan proteksi stock nasional yang berdampak pada ketidakseimbangan pada sistem ketahanan pangan global pada tingkat nasional. Hal ini menyebabkan peringkatan resiko pada akses pangan dan nutrisi terutama pada penduduk miskin di desa dan daerah perkotaan," katanya.

Ke depan, kata Syahrul, negara G20 harus terus bersinergi dalam memastikan ketahanan pangan dan gizi masyarakat dunia agar tetap terjadi keseimbangan serta jaminan keandalan kepastian perdagangan pangan dan pertanian lintas batas negara.

"Kelompok kerja bidang pertanian presidensi G20 harus mengidentifikasi tiga isu utama, yaitu membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan, mempromosikan perdagangan pangan yang terbuka dan ketiga mendorong bisnis pertanian yang inovatif melalui pertanian digital," katanya.

Menteri Pertanian Italia, Stefano Patuanelli menyampaikan, negara-negara di dunia sedang menghadapi tantangan global yang berdampak langsung pada kehidupan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia.

"Terlebih lagi dalam konteks pandemi saat ini, sangat diperlukan upaya bersama dan tanggung jawab dari komunitas international. Dalam dunia yang makin saling terhubung multilateralisme adalah kunci untuk mengatasi tantangan dan G20 dengan menyadari peran pentingnya, selalu berkomitmen untuk mencari solusi bersama yang efektif dan adil sebagai pijakan dalam meraih masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan," katanya.

Sekertaris Jendral Kementan RI, Kasdi Subagyono menambahkan bahwa kelompok kerja bidang pertanian merupakan salah satu kelompok kerja yang berada di bawah sherpatrack dan diampu oleh Kementerian Pertanian selaku ketua dari kelompok kerja tersebut.

"Saat ini kita telah menyusun dokumen issue note dengan mengangkat tema balancing production and treat to fulfill food for all. Kemudian memastikan keseimbangan jaminan pasokan pangan nasional dari sumber pertanian dalam negeri dan jaminan kelancaran perdagangan pangan dan pertanian lintas batas negara dan untuk memenuhi kecukupan pangan bagi semua orang," tutupnya.

TAGS : Pangan Berkelanjutan Syahrul Yasin Limpo Kickoff AWG G20




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :